Pengalaman Nakes Usai Vaksinasi Sinovac

Pengalaman Nakes Usai Vaksinasi Sinovac Seorang petugas non medis Puskesmas Sikakap sedang disuntik vaksin Sinovac. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-- Sebanyak 840 tenaga kesehatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah mendapat vaksinasi sinovac tahap pertama dari 1.379 tenaga Kesehatan yang terdaftar. Di Sikakap, dari 48 nakes yang bertugas di Puskesmas Sikakap, yang sudah divaksin dua kali sebanyak 48 orang dan 12 orang divaksin satu kali. Vaksinasi sinovac dilakukan dua kali kepada penerima vaksin agar efektif membentengi diri dari Covid-19.

Bagaimana rasanya usai mendapat vaksin sinovac? Kepala Puskesmas Sikakap Suratmi yang sudah mendapat dua kali vaksinasi sinovac mengaku tidak merasakan hal yang aneh alias biasa saja usai disuntik. Tidak ada efek yang terasa bagi tubuh.

Suratmi pun mengimbau masyarakat tidak perlu cemas atau takut mendapat vaksin sinovac. “Vaksinasi sinovac tujuan utamanya untuk meningkatkan imun tubuh supaya tubuh kita kuat dalam hal melawan virus Covid-19, mari kita lindungi diri, keluarga, dan masyarakat dengan vaksinasi sinovac,” katanya Sabtu (20/2/2020).

Lebih lanjut dijelaskan Suratmi, hari ini masih ada nakes di Sikakap yang akan mendapat vaksinasi sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor:HK.02.02/II/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid, dan Penyitas Covid 19, Serta Sasaran Tunda.

Sementara dr. Laila, dokter di Puskesmas Sikakap mengatakan baru mendapat vaksin sinovac tahap pertama atau satu kali. "Saya sekarang ini baru disuntik vaksin tahap pertama karena saya sedang menyusui bayi yang umur masih 8 bulan, setelah penyuntikan vaksinasi tahap pertama rasa badan saya biasa-biasa saja tidak ada merasa sakit sama sekali, keterlambatan divaksin karena aturan pertama ibu menyusui tidak boleh divaksinasi Covid 19," katanya

Sementara dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah dilaksanakan di Indonesia sejak tanggal 13 Januari 2021 dan telah dilaksanakan secara bertahap dengan target sasaran 181.5 juta orang, sehubungan dengan persetujuan BPOM atas penambahan indikasi pemberian vaksinasi Covid-19 bagi usia 60 tahun ke atas dan mempertimbangkan besarnya sasaran yang ditunda pada pelaksanaan vaksinasi tahap satu disampaikan sebagai berikut;

1. Komite penasehat ahli imunisasi nasional telah menyampaikan kajian bahwa vaksinasi Covid 19 dapat diberikan pada kelompok usia 60 tahun ke atas, komorbid, penyitas Covid-19, dan ibu menyusui dengan terlebih dahulu melakukan anamnesa tambahan sebagaimana forma skrening.

2. Pelaksanaan pemberian vaksinasi Covid-19 sesuai dengan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Covid 19 diantaranya;

a. Kelompok lansia. Pemberian vaksinasi Covid 19 pada kelompok usia 60 tahun ke atas diberikan dua kali dengan interval pemberian 28 hari setelah suntikan pertama diberikan (0 dan 28).

b. Kelompok komorbid seperti kelompok hipertensi dapat divaksinasi kecuali jika tekanan darah diatas 180/110 MmHg, dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja  skrining. Diabetes dapat divaksinasi sepanjang belum ada komplikasi akut. Penyitas kanker dapat tetap diberikan vaksinasi Covid-19.

c.Penyitas Covid-19 dapat divaksinasi Covid-19 jika sudah lebih dari 3 bulan.

d. Ibu menyusui dapat diberikan vaksinasi Covid-19.

3. Pengkinian aplikasi PCare dalam rangka fasilitas pembaharuan skrining dan registrasi ulang pada sasaran tunda.

4 Seluruh pos pelayanan vaksinasi harus dilengkapi kit anafilaksis dan berada dibawah tanggung jawab puskesmas dan rumah sakit.

5. Seluruh sasaran tunda akan diberikan informasi agar datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk di diberikan vaksinasi Covid-19.

BACA JUGA