61 Siswa SMA Negeri 1 Pagai Selatan Diusulkan Mendapatkan Beasiswa Bidikmisi

61 Siswa SMA Negeri 1 Pagai Selatan Diusulkan Mendapatkan Beasiswa Bidikmisi Guru SMAN 1 Pagai Selatan memasangkan masker kepada siswa kelas XII dalam rangka sekolah tatap muka. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-SMAN 1 Pagai Selatan, KM 37, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengusulkan 61 Siswa kelas XII untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia tahun ajaran 2020/2021.

Ke-61 Siswa tersebut terdiri dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 30 siswa, dan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 31 orang.

"Tahun ajaran 2020/2021 SMAN 1 Pagai Selatan mengusulkan 61 Siswa kelas XII untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi dari Kemendikbud Republik Indonesia, ke 61 Siswa tersebut sudah mulai didaftarkan sejak 11 Januari 2021 dan pendaftaran berakhir 12 Meret 2021,"kata Aziz Prima Syahrial, Kepala SMAN 1 Pagai Selatan kepada Mentawaikita.com, Sabtu (20/2/2021).

Kata Aziz, tahun ajaran 2020/2021 tidak ada Ujian Nasional (UN) yang ada ujian sekolah sebagai pengganti ujian nasional. Penentu siswa lulus atau tidak lulus itu tergantung nilai siswa dari semester satu sampai semester lima, begitu juga siswa yang akan menerima beasiswa bidikmisi dari Kemendikbud Republik Indonesia nilai semester satu sampai semester lima akan dikirimkan.

Selain nilai syarat lainnya  orang tua siswa memiliki kartu seperti Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIP) dan kartu lain yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia berupa kartu bantuan untuk kesejahteraan masyarakat.

Supaya semua siswa kelas XII terdaftar, pihak sekolah  membentuk panitia bidikmisi yang beranggotakan lima orang, terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, operator komputer, dan guru konseling.

Tahun ajaran 2019/2020 SMAN 1 Pagai Selatan berhasil mengantarkan 2 siswa mendapatkan beasiswa bidikmisi yakni Dameria Saogo di Universitas Negeri Padang (UNP) dengan jurusan sosiologi antropologi, dan Handrawan Politeknik Negeri Padang jurusan teknik telekomunikasi.

"Sebelum didaftarkan ke 61 Siswa kelas XII mendapatkan beasiswa bidikmisi terlebih dahulu siswa dan orang tua siswa dikumpulkan dan diberikan arahan tentang beasiswa bidikmisi dari Kemendikbud Republik Indonesia dan jurusan serta kampus itu tergantung pilihan siswa sendiri, sementara pihak sekolah hanya memfasilitasi saja dan membantu siswa dalam hal pendaftaran, pendaftaran dilakukan secara online melalui internet,” jelasnya.

Demi siswa panitia Bidikmisi tak jarang terpaksa harus bergadang sampai pukul 24.00 WIB malam, bahkan lebih, sekolah berharap bagi siswa yang lulus nanti kuliah dengan serius jangan sampai putus ditengah jalan, kalau ada siswa bidikmisi yang putus ditengah jalan itu sangat besar sekali pengaruhnya terhadap sekolah

“Bisa jadi sekolah akan di skor selama 2 tahun tidak bisa mengikuti bidikmisi di perguruan tinggi tersebut, kepada orang tua mari sama-sama kita dukung anak-anak kita supaya dia bisa serius kuliah demi mencapai cita-citanya, apa lagi kalau mendapatkan beasiswa bidikmisi dari Kemendikbud dan beasiswa lainnya siswa hanya tinggal kuliah saja lagi,"katanya.

BACA JUGA