Warga Makukuet Isi Masa Pandemi Covid-19 dengan Fokus Bersawah

Warga Makukuet Isi Masa Pandemi Covid19 dengan Fokus Bersawah Petani Makukuet sedang memeriksa sawah miliknya (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Waga Makukuet, Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai memanfaatkan waktu pada masa pandemi Covid-19 dengan fokus bersawah ketimbang diam di rumah.

Nahaharo (69), salah seorang warga menyebutkan selama pandemi virus corona aktivitas warga dibatasi, bahkan berkumpul dengan warga lain dilarang untuk mencegah penularan Covid-19.

Agar waktu tidak terbuang percuma, Naharo mengatakan dirinya fokus mengolah sawah. Luas sawah yang diolah oleh dirinya bersama warga sekampungnya sekitar 20 hektar. 

“Umur padi yang sudah ditanam tidak sama, ada yang umur padinya satu bulan, dua bulan, dan tiga bulan,” kata Nahaharo saat ditemui MentawaiKita.com di lokasi persawahan, Senin (15/2/2021).

Padi yang telah ditanamnya berumur sekitar tiga bulan. Jika tidak ada halangan maka panen akan dilakukan April tahun ini. Dirinya sendiri mengolah sawah sekitar 0,5 hektar. Pada Juni 2020 hasil panen sekitar 200 kilogram, dari jumlah itu sebanyak 25 kilogram diberikan kepada pemilik tanah sebagai sewa. 

"Kendala dalam bertanam padi, kalau sudah mulai berbuah, tikus, burung dan ular banyak sekali, untuk antisipasi burung dan tikus biasanya saya buat orang-orangan sawah, sebab kalau ada bunyi-bunyian burung dan tikus lari, selain itu saya juga buat perangkap tikus, dalam satu hari itu bisa dapat lima ekor atau lebih," ujarnya.

Dalam setahun Nahaharo menghasilkan panen sebanyak dua kali, dari hasil itu hanya cukup untuk makan sehari-hari dalam keluarga. Keluarganya yang berjumlah 5 orang menghabiskan beras sebanyak 10 kg seminggu. Selain mengkonsumsi nasi, Nahaharo juga makan keladi (gettek) yang biasanya dilakukan pada pagi hari sebagai sarapan.

Selain Nahaharo, Sarisia (69), petani warga Dusun Makukuet, mengatakan dirinya juga berladang selain bersawah. “Ke sawah untuk bertanam padi, dan keladang menanam pisang, berapa banyak batang pisang yang sudah ditanam tidak ada saya hitung,” ujar Sarisia.

Sementara umur padi yang sudah ditanamnya sekitar dua bulan, bulan Maret nanti padi ini mulai berbuah dan bulan April padi ini sudah bisa dipanen.

"Berapa banyak padi yang didapat waktu panen itu tergantung rezeki masing-masing yang penting kita berusaha dan berdoa, lahan digunakan untuk bersawah ada sekitar 0,5 hektar hasil. Paling banyak didapat 400 kilogram untuk sekali panen, semua hasil panen digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja, kalau dijual ada tapi tidak seberapa sebab pada umumnya warga di Dusun Makukuet ini semuanya memiliki lahan untuk bersawah," tuturnya.


BACA JUGA