1.861 Keluarga di Mentawai Menjadi Calon Penerima PKH Kemensos

1861 Keluarga di Mentawai Menjadi Calon Penerima PKH Kemensos Verifikasi data Calon Penerima Keluarga Harapan di Kecamatan Pagai Selatan (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Sebanyak 1.861 keluarga di Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menjadi Calon Keluarga Penerima Manfaat (CKPM)  Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI pada tahun ini.

Untuk memastikan data tersebut Kemensos RI melalui pendamping PKH di masing-masing kecamatan calon keluarga penerima manfaat melakukan verifikasi data di lapangan.

Ridno Darmawanto, Pendamping PKH Kecamatan Pagai Selatan, mengatakan dari 1.861 keluarga calon penerima, 461 keluarga diantaranya berasal dari Kecamatan Pagai Selatan. Data tersebut tidak termasuk data sebanyak 491 keluarga penerima manfaat yang sudah terdaftar sebagai penerima pada tahun 2021.

“Sekarang ini Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pagai Selatan lagi menvalidasi data tersebut, menvalidasi data CKPM paling lambat 5 Februari 2021,"  kata Ridno Darmawanto, Pendamping PKH Kecamatan Pagai Selatan kepada MentawaiKita.com, Rabu (27/1/2021).

Ia menyebutkan data sebanyak 491 keluarga yang sudah tervalidasi sebelumnya sudah menerima dana PKH untuk periode Januari-Maret 2021. Dana itu masuk ke rekening penerima. Uang diterima tidak sama karena disesuaikan dengan tanggungan dan kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ada beberapa kategori penerima bantuan PKH, pertama ibu hamil dan balita besar bantuan yang diterima Rp3 juta per tahun, anak usia dini umur 0 sampai 6 tahun Rp3 juta per tahun yang ditanggung sebanyak 2 orang, bantuan untuk anak sekolah mulai dari SD sampai SMA besar bantuan dana yang diterima tingkat SD Rp 900 ribu per tahun per orang, tingkat SMP Rp1,5 juta per tahun per orang, dan tingkat SMA Rp2 juta per tahun per orang.

Kategori lansia umur di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas masing-maing mendapat Rp2,4 juta per tahun.

“CKPM harus memenuhi persyaratan salah satu syarat yang telah disebutkan, dilihat ekonomi keluarga, termasuk pekerjaan kepala keluarga, rumahnya dan jumlah keluarga, kalau dia menerima penghasilan tiap bulan dari pemerintah apakah dia pegawai honorer atau staf pemerintah desa langsung dihapus datanya,” ujarnya.

Setiap penerima PKH diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dana PKH langsung disalurkan ke dalam rekening masing-masing KPM.

Pencairan dana PKH empat kali dalam satu tahun, tahap I dicairkan bulan Januari, tahap II dicairkan bulan April, tahap III dicairkan bulan Juli, dan tahap IV dicairkan bulan Oktober.

"Harapan kami dari pendamping PKH Kecamatan Pagai Selatan, bagi keluarga yang sudah mampu atau menerima gaji setiap bulan hendaknya secara spontan mengundurkan diri dari daftar penerima PKH, melalui surat pengunduran diri sebagai penerima PKH, nanti surat tersebut serahkan kepada kami dan kami akan menyampaikan kepada koordinator PKH Kabupaten Kepulauan Mentawai, kendala dalam menvalidasi data CKPM di Kecamatan Pagai Selatan antara lain, ada CKPM tidak memiliki Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), bagi CKPM tidak memiliki KK dan KTP terpaksa kita suruh mereka untuk mengurus resi KK dan KTP di kantor camat, kendala berikutnya akses  jalan sangat sulit sehingga validasi data Calon Keluarga Penerima Manfaat agak terlambat dilakukan, untuk Kecamatan Pagai Selatan dari 461 CKPM baru sekitar 70 persen yang baru divalidasi datanya, untung saja validasi data CKPM sampai 5 Februari 2021," katanya.

Bernadette Sakerebau (33), salah seorang CKPM dari Desa Makalo berharap menjadi salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Saya menikah tahun 2014  sekarang memiliki anak tiga orang, anak pertama lahir tahun 2016, anak kedua lahir 2018, dan anak ke tiga lahir 2020, pekerjaan saya sebagai nelayan dengan hasil tidak menentu, penghasilan paling banyak itu Rp150 ribu per hari, sementara modal untuk sekali melaut Rp100 ribu, untuk beli Bensin 5 liter Rp50 ribu, baterai dan konsumsi,” ujarnya.

Bernadetta tinggal di rumah kayu ukuran 4 meter X 7 meter yang memiliki satu kamar, sementara kamar mandi dan WC tidak ada, kalau mau mandi atau buang air besar terpaksa menumpang ke rumah tetangga.

"Karena penghasilan tidak menentu saya sangat berharap sekali menjadi salah satu KPM dari PKH, dana tersebut nanti akan digunakan untuk beli susu anak kalau ada lebih untuk keperluan sehari-hari,"katanya. 


BACA JUGA