Harga Cabai Merah di Sikakap Turun Rp20 Ribu

Harga Cabai Merah di Sikakap Turun Rp20 Ribu Hen Tamar, salah seorang pedagang bumbu dapur di Kecamatan Sikakap (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Harga cabai merah di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai turun Rp20 ribu per kilogram dari harga semula Rp70 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Meski harga turun namun menurut Hen Tamar, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Sikakap nilai beli masyarakat menurun sejak pandemi corona terjadi.

Hen Tamar menyebutkan biasanya dalam seminggu ia mendatangkan cabai merah dari Padang sebanyak 100 kg, tapi saat pandemi dirinya hanya mengangkut 80 kg. 

“Biasanya dengan jumlah sebanyak itu cabai langsung habis dalam seminggu namun saat ini masih bersisa 5 kg,” kata Hen Tamar kepada MentawaiKita.com, Minggu (24/1/2021).

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit justru melejit dari Rp45 ribu per kg naik menjadi Rp75 ribu. Meski mahal namun cabai rawit laris manis di Sikakap.

 "Kalau harga cabai rawit di Padang sekarang Rp80 ribu per kg, maka harga jual di di Desa Sikakap sekitar Rp95 ribu per kg, cabai rawit yang dijual Rp75 ribu per kg itu dibeli dari petani cabai rawit di Pagai Selatan dengan harga Rp60 ribu per kg sampai Rp65 ribu, hari Minggu (24/1/2021) saya dapat cabai rawit sebanyak 100 kilogram habis dalam waktu sekitar satu jam,"katanya.

Westi (36), pedagang nasi goreng, mengatakan untuk mendapatkan cabai rawit sangat sulit sehingga tak heran jika harganya naik.

"Setiap Minggu saya membutuhkan cabai rawit sekitar 1 kilogram, walaupun harga cabai rawit naik, karena itu kebutuhan untuk buat nasi goreng, mie goreng, mie telur dan lainnya terpaksa harus dibeli juga, sementara sekarang harga cabai merah turun dari Rp70 ribu per kg turun menjadi Rp50 ribu per kg, mudah-mudahan harga cabai rawit kembali turun," tuturnya.

Sementara Novianti (37), seorang ibu rumah tangga bersyukur harga cabai merah turun menjadi Rp50 ribu per kg.


BACA JUGA