Makan Babi Warga, Seekor Buaya Ditangkap Warga di Taikako

Makan Babi Warga Seekor Buaya Ditangkap Warga di Taikako Buaya yang tertangkap jerat warga di Sungai Taikako di Dusun Silaoinan, Desa Taikako, Sikakap, Mentawai, Jumat (22/1/2021)

SIKAKAP-- Seekor buaya berbobot sekitar 250 kilogram terkena jerat Beresman Samungilailai (56), warga Dusun Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (22/1/2021) di Sungai Taikako dekat jembatan besi, jembatan yang menghubungkan Desa Taikako, dengan Desa Betu Monga, Kecamatan Pagai Utara.

Beresman memasang jerat sejak Senin (18/1/2021) di sungai Taikako. Setelah terjerat, butuh sembilan orang untuk menarik buaya tersebut Beresman ke daratan. Setelah buaya tersebut tidak bernyawa lagi, dinaikkan ke atas boat mesin dan dibawa ke tepi sungai yang dekat rumah Beresman Samungilailai.

"Sebelum terkena jerat buaya ini telah memakan satu ekor babi milik saya dengan berat babi sekitar 50 kilogram, melihat hal itu saya menjadi kesal dan langsung memasang jerat yang dipasang di sungai Taikako dekat dengan jembatan bes, jerat tersebut sudah dipasang sejak Senin (18/1/2021) dengan umpan satu ekor anjing, Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 08.00 wib saya melihat jerat tersebut rupanya satu ekor buaya dengan bobot sekitar 250 kilogram dengan panjang sekitar 8 meter terkena jerat, melihat hal itu saya kembali lagi kerumah dan memberitahukan kepada tetangga bahwa jerat saya kena satu ekor buaya besar, dan saya langsung menyiapkan dua buah tombak untuk menembak buaya tersebut supaya buaya tersebut mati, dan dibantu beberapa orang saya kembali ke lokasi dimana tempat jerat saya dipasang,"kata Beresman Samungilailai (56), warga Dusun Silaoinan, Desa Taikako, Jumat (22/1/2021).

Untuk menarik buaya tersebut ke darat, Beresman dibantu 10 orang. Setelah buaya sampai di rumahnya, Beresman membagi-bagikan dagingnya kepada 70 warga sekitar. "Sekarang ini masih ada satu ekor buaya lagi yang lebih besar di Sungai Taikako sebab sering kelihatan oleh warga yang mengunakan sungai Taikako kalau ingin pergi memancing atau pergi menjual hasil perkebunan ke Desa Sikakap, untuk itu kepada warga Dusun Silaoinan dan sekitarnya kalau pergi memancing atau menjual hasil perkebunan ke Desa Sikakap dengan menggunakan perahu jangan sendiri-sendiri perginya tetap bersama-sama dan tetap selalu waspada," katanya.

H. Simanjuntak (70), warga Dusun Silaoinan, Desa Taikako, mengatakan telah tinggal di Silaoinan sejak 1982. Sepanjang pengetahuannya, sudah ada empat ekor buaya yang tertangkap di Sungai Taikako. Ukurannya besar dan suka makan babi atau anjing milik warga.

"Sejak saya tinggal di Dusun Silaoinan belum ada terdengar buaya di Sungai Taikako yang memakan orang, walaupun begitu kita tetap harus waspada, kalau tidak ada lagi ternak yang dimakan buaya tersebut tentu orang yang menjadi makanannya lagi," katanya.

Asrial Samongilailai (49), warga Dusun Silaoinan, Desa Taikako, mengaku sering melihat buaya berjemur di pinggir Sungai Taikako saat pergi memancing dengan perahu. "Saya melewati Sungai Taikako tidak berani sendiri sebab takut akan diiringi oleh buaya yang ada, kalau melewati sungai biasanya saya bersama teman-taman lain paling sedikit tiga sampan," katanya.

BACA JUGA