Melempemnya Aturan Wajib Swab PCR Pelaku Perjalanan ke Mentawai

Melempemnya Aturan Wajib Swab PCR Pelaku Perjalanan ke Mentawai Petugas pendataan penumpang/pelaku perjalanan ke Mentawai sedang mengecek surat keterangan hasil rapid tes salah satu penumpang kapal yang baru tiba di Pelabuhan Tuapeijat, Mentawai. (Foto: Patrisius/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Mentawai, Bupati Mentawai mengeluarkan  Surat Edaran Bupati Mentawai Nomor 360/559/BUP/2020 tentang syarat bagi penumpang yang masuk Mentawai yang berlaku sejak 25 November tahun lalu dan belum dicabut hingga saat ini.

Surat Edaran Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet tersebut menegaskan bagi setiap penumpang kapal menuju Mentawai wajib menunjukkan hasil swab PCR negatif kepada petugas di setiap masuk pelabuhan di Mentawai. Untuk itu, Pemda Mentawai memfasilitasi tes swab gratis di Kantor Penghubung Pemda Mentawai di Padang bagi pelaku perjalanan menuju Mentawai.

Namun fakta di lapangan, penerapan SE wajib menunjukkan hasil swab negatif itu ternyata hanya tertulis di atas kertas, penerapannya jauh dari yang diharapkan Bupati Mentawai.

Bisa dibuktikan bahwa hari ini saja, Jumat, (22/1/2021) banyak penumpang yang masih menggunakan hasil rapid test untuk menuju Mentawai, padahal dalam SE Bupati wajib swab test bahkan Bupati menegaskan kembali melalui suratnya bahwa SE tersebut masih tetap berlaku.

Pantauan Mentawaikita.com di Pelabuhan Taupeijat hari ini, ketika kapal Mentawai Fast tiba ada kurang lebih 5-8 orang yang masih menggunakan rapid test, dan itu selalu ada setiap kapal masuk dari Padang.

Di pelabuhan juga tak ada lagi penyemprotan disinfektan pada barang-barang penumpang hari ini, beda awal-awal Covid-19 masuk Mentawai jangankan barang badan penumpang pun ikut disemprot disinfektan padahal dari sisi kesehatan tak bisa menjamin apalagi mengenai kulit secara langsung.

Kejadian sama juga terjadi di Pelabuhan Pokai, Kecamatan Siberut Utara. Petugas pendataan pelaku perjalanan di pelabuhan masih menemukan ada penumpang yang menggunakan surat rapid tes, bukan hasil swab tes PCR.

Petugas Covid-19 Puskesmas Sikabaluan, Sisca Candra Dewi mengatakan, banyak penumpang yang memakai surat keterangan rapid test dari dua klinik di Padang.

Meski demikian, pihak kesehatan dan satgas tidak punya kewenangan dan petunjuk teknis penegasan dalam surat edaran bupati untuk melakukan swab test atau karantina bagi penumpang yang masuk.

Penumpang yang masuk Mentawai yang memakai surat keterangan rapid test dan swab test memiliki alasan berbeda-beda dan logis dengan kondisi masing-masing. Sebut saja Nur Azizah, penumpang Mv. Mentawai Fast yang masuk Pelabuhan Pokai menggunakan surat keterangan swab tes pada Selasa (19/1/2021). Menurut pengakuannya, selain layanan yang disediakan Pemda Mentawai gratis juga merujuk pada aturan yang dikeluarkan sebagai syarat masuk Mentawai.

"Karena ada aturan dan swab gratisnya disediakan. Makanya kita ikuti aturan yang ada, jangan sampai bermasalah di pengawasan masuk pelabuhan," katanya.

Berbeda dengan Dio, penumpang tujuan Siberut Barat yang turun di Pelabuhan Pokai mengaku lebih memilih rapid test dengan membayar Rp150 ribu dibanding ikut swab test gratis yang takut hasilnya positif Covid-19. "Lebih baik saya membayar biaya rapid test karena takut ikut swab meski gratis. Memang belum pernah ikut swab selama corona ini," katanya.

Selain itu, Dio mendapat informasi dari teman-temannya untuk masuk Mentawai tidak mesti wajib memakai surat keterangan swab test, dengan surat rapid test diizinkan berlayar juga.

Lain lagi dengan Dicky, penumpang yang memakai surat keterangan rapid test. Pilihan rapid test karena biaya murah dan waktu yang dibutuhkan cukup singkat mengingat posisinya berada di luar Kota Padang. "Kalau saya ikut swab gratis maka biaya saya untuk bolak-balik naik travel besar. Lebih baik saya pilih rapid test yang bisa diurus beberapa jam sebelum berlayar," katanya pada Mentawaikita.com, Selasa (19/1/2021)

Sementara Ayub Frizal yang bekerja sebagai sopir mobil box selalu naik KMP. Gambolo setiap minggu saat jadwal kapal masuk Pelabuhan Pokai untuk membawa barang pesanan pedagang Sikabaluan, dia lebih memilih rapid test dibanding swab test. Alasannya selain berangkat dari Bukittinggi membawa barang, juga tidak memungkinkan baginya untuk setiap minggu mengikuti swab test.

"Bayangkan setiap minggu saya harus swab karena tiap minggu ke Mentawai. Belum lagi saya ikut swab tiga hari sebelum berangkat sementara posisi saya di Bukittinggi. Maka pilihan saya, ya rapid. Meski bayar tapi dari segi biaya dan kenyamanan lebih baik," katanya.

Di Pelabuhan Sikakap, pintu masuk penumpang kapal menuju Sikakap, Pagai Utara dan Pagai Selatan, penumpang yang tidak membawa hasil swab PCR akan diambil sampel cairan kerongkongan atau hidung untuk diswab tes PCR. Untuk penjaringan dan pendataan pelaku perjalanan atau penumpang kapal, Puskesmas Sikakap menyiagakan 6-7 petugas di pelabuhan yang terdiri dari tiga petugas pengambil sampel untuk swab tes dan 3-4 orang untuk pendataan.

“Bagi penumpang yang datang dari Padang tujuan Desa Sikakap yang hanya membawa hasil rapid tes akan diswab sesampai di pelabuhan Desa Sikakap, setiap kapal masuk dari Padang, ada saja penumpang yang membawa surat rapid tes,  paling sedikit itu ada lima orang tidak membawa surat hasil swab PCR," kata Suratmi, Pepala Puskesmas Sikakap, Jumat (22/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Kesehatan tak bisa menjawab soal ini, namun pihaknya berharap semua pihak terlibat dan bekerja sama dalam penanganan Covid-19 di Mentawai. "Kita berharap peran kita semua dalam penanganan ini, soal kebijakan itu tentu sudah ada petugas yang mengawasi di lapangan," kata Lahmuddin.

Reporter: Patrisius Sanene (Tuapeijat), Bambang Sagurung (Sikabaluan), Supri Lindra (Sikakap)

BACA JUGA