Aturan Harus Swab Tes, Tapi Banyak Penumpang Kapal ke Mentawai yang Hanya Kantongi Hasil Rapid

Aturan Harus Swab Tes Tapi Banyak Penumpang Kapal ke Mentawai yang Hanya Kantongi Hasil Rapid Pendataan penumpang kapal yang baru datang di Pelabuhan Pokai, Siberut Utara, Mentawai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Suasana pagi, Selasa (19/1/2021) masih lembab, mobil ambulans milik Puskesmas Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara sudah meluncur menuju Pelabuhan Pokai Desa Muara Sikabaluan sambil membawa petugas kesehatan bagian tim Covid-19 untuk melakukan penjaringan penumpang karena Selasa setiap minggunya merupakan jadwal masuk kapal dari Padang dan Tuapeijat ke Pelabuhan Pokai.

Untuk KMP. Gambolo milik ASDP bersandar sekira pukul 06.00 WIB sehingga petugas kesehatan dan Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kecamatan Siberut Utara sudah berada di pelabuhan setengah jam atau satu jam sebelum kapal sandar.

"Biasanya jam 5 subuh itu sudah jalan menuju pelabuhan. Jangan sampai terlambat," kata Harum, sopir ambulans Puskesmas Sikabaluan.

Tim Covid-19 Puskesmas Sikabaluan yang turun biasanya dua orang petugas kesehatan dibantu satu orang sopir. Tugas utamanya yaitu mengambil data penumpang yang turun dengan berpedoman Surat Edaran Bupati Mentawai Nomor : 360/559/BUP/2020 tentang syarat bagi penumpang yang masuk Mentawai.

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Mentawai, bagi penumpang yang masuk Mentawai wajib menunjukkan surat keterangan hasil swab dari kesehatan yang berlaku sejak 25 November 2020. Namun, fakta di lapangan berbicara berbeda. Dari pengalaman petugas di lapangan masih banyak penumpang yang menggunakan surat rapid tes dibandingkan dengan hasil swab tes.

"Banyak yang memakai surat keterangan rapid test dari Klinik Arafah dan Lubuk Vaksin," kata Sisca Candra Dewi, salah seorang petugas Covid-19 Puskesmas Sikabaluan.

Terkait dengan adanya penumpang yang membawa surat rapid test, pihak kesehatan dan satgas tidak punya kewenangan dan petunjuk teknis penegasan dalam surat edaran bupati untuk melakukan swab test atau karantina bagi penumpang yang masuk.

"Asal mereka masuk kapal dan tiba di pelabuhan berarti Tim Satgas Covid-19 di Pelabuhan Muara Padang dan Bungus Padang sudah memberikan izin. Kita hanya memeriksa ada tidaknya surat keterangan kesehatan yang mereka bawa," kata Sertu. Kennedy F Purba, Babinsa Koramil 01 Sikabaluan selaku anggota Tim Pencegahan dan Penindakan Hukum Satgas Covid-19 Kecamatan Siberut Utara.

Tak hanya untuk penumpang yang berlayar dari Padang menuju Pelabuhan Pokai yang memakai surat rapid tes. Untuk penumpang yang menggunakan layanan kapal swasta milik PT. Mentawai Anugerah Sejahtera yakni Mv. Mentawai Fast, lebih dominan memakai surat keterangan rapid test.

"Hasilnya sama. Lebih banyak yang memakai surat keterangan rapid test," katanya.

Penumpang yang masuk Mentawai yang memakai surat keterangan rapid test dan swab test memiliki alasan berbeda-beda dan logis dengan kondisi masing-masing. Sebut saja Nur Azizah, penumpang Mv. Mentawai Fast yang masuk Pelabuhan Pokai menggunakan surat keterangan swab tes pada Selasa (19/1/2021). Menurut pengakuannya, selain layanan yang disediakan Pemda Mentawai gratis juga merujuk pada aturan yang dikeluarkan sebagai syarat masuk Mentawai.

"Karena ada aturan dan swab gratisnya disediakan. Makanya kita ikuti aturan yang ada, jangan sampai bermasalah di pengawasan masuk pelabuhan", katanya.

Berbeda dengan Dio, penumpang tujuan Siberut Barat yang turun di Pelabuhan Pokai mengaku lebih memilih rapid test dengan membayar Rp150 ribu dibanding ikut swab test gratis yang takut hasilnya positif Covid-19.

"Lebih baik saya membayar biaya rapid test karena takut ikut swab meski gratis. Memang belum pernah ikut swab selama corona ini," katanya.

Selain itu, Dio mendapat informasi dari teman-temannya untuk masuk Mentawai tidak mesti wajib memakai surat keterangan swab test, dengan surat rapid test diizinkan berlayar juga.

Lain lagi dengan Dicky, penumpang yang memakai surat keterangan rapid test. Pilihan rapid test karena biaya murah dan waktu yang dibutuhkan cukup singkat mengingat posisinya berada di luar Kota Padang.

"Kalau saya ikut swab gratis maka biaya saya untuk bolak-balik naik travel besar. Lebih baik saya pilih rapid test yang bisa diurus beberapa jam sebelum berlayar," katanya pada Mentawaikita.com, Selasa (19/1/2021)

Sementara Ayub Frizal yang bekerja sebagai sopir mobil box selalu naik KMP. Gambolo setiap minggu saat jadwal kapal masuk Pelabuhan Pokai untuk membawa barang pesanan pedagang Sikabaluan, dia lebih memilih rapid test dibanding swab test. Alasannya selain berangkat dari Bukittinggi membawa barang, juga tidak memungkinkan baginya untuk setiap minggu mengikuti swab test.

"Bayangkan setiap minggu saya harus swab karena tiap minggu ke Mentawai. Belum lagi saya ikut swab tiga hari sebelum berangkat sementara posisi saya di Bukittinggi. Maka pilihan saya, ya rapid. Meski bayar tapi dari segi biaya dan kenyamanan lebih baik," katanya.

BACA JUGA