Kapal Antar Pulau Putar Haluan di Siberut Barat, Ini Penyebabnya

Kapal Antar Pulau Putar Haluan di Siberut Barat Ini Penyebabnya Kapal Nade bersandar di Pelabuhan Pokai (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Gerson Taelagat, salah seorang penumpang KLM. Nade 2020 tujuan Betaet, Desa Simalegi Kecamatan Siberut Barat terkejut saat terbangun dari tidur ketika mendapati posisi kapal masih berada dipelabuhan Pokai Desa Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Barat pada Rabu (20/1/2021).

"Saat terbangun saya bingung. Ini sepertinya bukan di Betaet karena berada di dermaga, sementara di Betaet tidak ada dermaga, katanya pada Mentawaikita.com, Rabu (20/1/2021).

Lebihlanjut kata Gerson, kapal antar pulau sudah sempat bertolak dari pelabuhan Pokai menuju Betaet sekira pukul 23.00 WIB sesuai jadwal. "Mereka bilang kapal berbalik arah setelah posisi kapal di Sigapokna karena ada kerusakan pada bagian mesin, katanya.

Dikatakan Gerson, untuk rute Pokai-Betaet tidak lagi cocok menggunakan KLM. Nade karena dalam beberapa kali jadwal layanan kapal selalu ada kendala, mulai dari kondisi cuaca yang tidak bersahabat hingga kerusakan mesin. "Perlu ada kapal pengganti. Kapal Nade ini mungkin tidak cocok dan tidak sesuai lagi di jalur Siberut Barat", katanya.

Nahkoda KLM. Nade 220, Firmando mengatakan kapal sudah sempat berlayar menuju Siberut Barat pada Selasa (19/1/2021) malam dari pelabuhan Pokai. Namun di tengah perjalanan atau disekitar Sigapokna terjadi kerusakan pada gearbox baling-baling kapal. Gearbox ini memiliki fungsi utama dalam mengatur kecepatan gerak dan torsi kecepatan kapal baik untuk maju dan mundurnya kapal saat berlayar.

"Ada kebocoran pada gearbox sehingga oli tidak tersimpan dan berakibat pada kemacetan baling-baling kapal, katanya.

Karena tidak mau mengambil resiko akan kerusakan yang terjadi, kapal langsung putar haluan menuju pelabuhan Pokai untuk dilakukan perbaikan mengingat jalur Siberut Barat tidak ada tempat sandar dan berlindung bila terjadi kerusakan. "Kita memikirkan keselamatan penumpang. Lebih baik putar haluan dari pada akibatnya fatal, katanya.

Dengan kecepatan yang lambat, kapal tiba dipelabuhan Pokai sekira pukul 06.00 WIB. Pihak kapal langsung melakukan pembongkaran gerbok dengan mencoba menggunakan gerbok lama yang juga kondisinya rusak. Dari hasil percobaan gerbok tetap bocor dan oli tetap keluar.

Karena memastikan kapal tidak bisa berlayar, pihak kapal menyediakan transportasi pengganti untuk penumpang menuju Siberut Barat dari Pokai dan sebaliknya untuk membawa penumpang dari Betaet menuju Pokai berupa boat pada Kamis (21/1/2021). "Kita sudah sediakan transportasi boat untuk penumpang besok (Kamis, 21/1/2021) menuju Betaet, katanya.

Sementara KLM. Nade akan bertolak dari pelabuhan Pokai menuju Tuapeijat pada hari Sabtu (23/1/2021) setelah pesanan gerbok tiba menggunakan MV. Mentawai Fast karena dipesan dan dibawa dari Padang. 

BACA JUGA