Pemerintah Siapkan Anggaran Rp716,5 miliar Untuk Trans Mentawai

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp7165 miliar Untuk Trans Mentawai Trans Mentawai Maileppet Saliguma. (Foto: Rus/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit ke Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Senin, (18/1/2021) banyak memberikan catatan dan evaluasi untuk untuk percepatan pembangunan di Mentawai, dimana kunjungan tersebut merupakan  kunjungan terakhir jelang masa akhir jabatannnya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit ke Kabupaten Kepulauan Mentawai tak datang sendiri, dia membawa rombongan dari berbagai SKPD dari tingkat Pemerintah Provinsi Sumbar seperti Dinas PUPR, PSDA, Dinas Perhubungan, Diskominfo, Koperindag, Kepala Biro Pemerintahan, Biro Pembangunan, Biro Kehutanan, Bappeda. 

“Kehadiran kita di sini dalam rangka evaluasi, saya membawa rombongan banyak ke Mentawai dari berbagai instansi, saya sengaja membawa tim ini ke Mentawai jangan sampai di kepala kita melihat Mentawai itu sulit, sekarang 3 jam kita ke sini, untuk itu tidak ada lagi alasan kita ini adalah daerah sulit, harapan saya ke depan bagaimana pun program-program yang kita rencanakan bisa jalan,” kata Nasrul Abit pada acara evaluasi pembangunan Mentawai, di Aula Bappeda Mentawai, Senin, (18/1/2021).

Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit terkait dengan usulan infrastruktur pembangunan jalan trans Mentawai pada 2021-2024 dimana rencana pembangunan jalan trans Mentawai tersebut telah masuk dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dengan anggaran senilai Rp716,5 miliar.

Anggaran senilai Rp716,5 miliar tersebut rencananya akan dikucurkan untuk peningkatan jalan trans Mentawai di wilayah Pulau Siberut, Pagai Utara dan Pagai Selatan.

Nasrul Abit berharap kepada Pemda Mentawai harus gigih menjemput ‘bola’ ke pemerintah pusat. “Kita yang menjemput bola, walau pun sudah ada keputusan dari presiden kalau tidak jemput bola, lobi-lobi juga tidak dapat apa-apa, maksud saya kita harus gigih, berjuang terus,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit berkunjung ke Mentawai Senin, (18/1/2021).

Nasrul Abit juga menegaskan kepada Pemda Mentawai, tidak persoalan menyampaikan kondisi real yang ada di Mentawai. “Soal transportasi laut, jadi bukan soal jelek tetapi ini kita jadikan masukan ke Jakarta, jadi bukan daerah kita jelek itu tidak apa-apa tujuan kita adalah percepatan pembangunan, tidak perlu takut ngomong ini di Jakarta, bahwa inilah kondisi kami di Mentawai,” ucap Nasrul.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi kapal penyeberangan antar pulau di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang kondisi kapal kayu yang tak lagi layak untuk mengangkut penumpang. Tak hanya itu Nasrul Abit juga prihatin terhadap belum dibangunnya dermaga di beberapa kecamatan di Mentawai seperti Siberut Tengah, Siberut Barat  yang penumpangnya masih dijemput di tengah laut, padahal jadwal reguler kapal antar pulau selalu rutin.

Kondisi kapal dan penumpang yang menaiki kapal penyeberangan antar pulau tersebut dikatakannya beberapa waktu lalu sempat viral terkait dengan suasana penumpang di atas kapal antar pulau yang harus berdesakan dengan penumpang lain, kemudian saat proses penurunan penumpang dan barang yang dijemput di tengah laut sehingga Nasrul Abit meminta langsung pihak Dishub Mentawai mendokumentasikannya.

“Banyak peluang lain (anggaran pusat) untuk itu kita jemput segera, maksud saya pada saat Video Conference Rabu, (20/1/2021) dengan Kemenko Maritim Pak Bupati langsung sampaikan kebutuhan yang mendesak ini, soal penyelesaian jalan semua yang mendesak ke Jakarta, “Soal jalan, listrik, komunikasi, air bersih, tentu teman-teman di sini membuat, pokoknya masukan usulan ke Jakarta bahwa semua penting," katanya.

Kemudian dia berharap juga Pemda Mentawai berkoordinasi dengan DKP Provinsi Sumatera Barat terkait pentingnya kapal pengawas. “Hubungi DKP Provinsi, Pak Yosmeri supaya ada kapal pengawas, ini daerah rawan, kalau bencana ada SAR, tetapi ini rawan narkoba, illegal fishing, karena daerah kita ini sangat terbuka jadi tolong kapal pengawas minta itu segera ke pusat, Pak Gub sudah berikan rekomendari ke DKP provinsi, tolong itu kasih bahan  kepada Bupati supaya pak Bupati sampaikan ini kepada pusat,” kata Nasrul Abit.

Kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit tersebut disambut Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake. Korta berharap banyak dukungn dari semua pihak untuk percepatan pembangunan Mentawai. “Tidak mungkin kami memacu percepatan pembangunan apabila anggaran dengan luas anggaran, letak geografis sama dengan daerah lain, Pak Wagub sudah sangat paham soal Mentawai, saya berharap juga dinas yang hadir kami berharap bersama tetap dorong meningkatkan teknologinya secara bersama,” kata Korta.

Wagub Sumbar berharap kepala daerah ikut hadir dalam Video Conference Rabu, (20/1/2021) karena akan dihadiri oleh Menko Maritim, Menhub, Menteri PUPR. “ Pemerintah pusat itu  sayang dengan Mentawai, tinggal jemput dan usulkan apa yang diperlukan untuk pembangunan di Mentawai,” kata Wagub.

Menyinggung soal keberlanjutan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang direncanakan di daerah Peipei, Kecamatan Siberut Barat Daya, hingga saat ini bahwa usulan KEK Mentawai oleh PT. Putra Mahakarya Sentosa sudah disampaikan ke Dewan KEK Agustus 2020.

Dewan Nasional KEK menjawab belum dapat disetujui karena kepastian pembangunan bandara di kawasan KEK tersebut. “KEK persoalannya adalah belum adanya surat pernyataan bupati bersedia menyiapkan bandara, tolong jangan sampai ini terlambat, saya berharap koordinasi Pemkab Mentawai dan Provinsi jalan terus,” kata Wagub. 


BACA JUGA