SMKN 2 Mentawai Tunda Belajar Tatap Muka Sebab 2 Orang Guru Positif Corona

SMKN 2 Mentawai Tunda Belajar Tatap Muka Sebab 2 Orang Guru Positif Corona Siswa SMKN 2 Mentawai berbaris di halaman sekolah (Foto : Hendrikus/MentawaiKita)

MUARA SIBERUT-SMKN 2 Kepulauan Mentawai, Kecamatan Siberut Selatan meliburkan siswanya selama 3 hari sebab 2 orang guru di sekolah itu terkonfirmasi positif covid-19 atau corona berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima Rabu (13/1/2021).

Sekolah yang berencana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terpaksa menunda kegiatan hingga Senin (18/1/2021).

"Adanya 2 guru SMKN 2 Kepulauan Mentawai yang positif Covid-19 maka siswa akan diliburkan selama 3 hari yang terhitung pada hari Rabu (13/1/2020) sampai Sabtu (16/1/2021), seluruh guru dan siswa tak dibolehkan keluar rumah selama 3 hari itu mereka isolasi mandiri di rumah atau di asrama, agar tidak ada penyebaran covid-19 nantinya," kata Kepala SMKN 2 Kepulauan Mentawai, Amati Telaumbanua kepada MentawaiKita.com, Rabu (13/1/2021).

Sejak Senin (11/1/2021) hingga Rabu siswa sempat masuk untuk membersihkan sekolah guna persiapan pelaksanaan PTM.

Amati Telaumbanua memastikan bahwa kedua orang guru tersebut belum sempat melakukan kontak dengan 175 siswa sebab selama ini sekolah belum memberlakukan PTM. Namun kedua pasien tersebut sudah pernah melakukan kontak erat dengan rekan-rekannya sesama guru sebab di kantor semua orang bertemu.

Untuk mencegah penularan virus, seluruh siswa dan guru akan dilakukan tracking siapa yang menjadi kontak erat kedua pasien tersebut.

“Untuk siswa tidak ada yang positif namun itu siswa diharapkan tidak boleh libur di kampung dan tetap di rumah melakukan isolasi mandiri,” ujarnya.

Menurut Amati, di sekolahnya telah dibentuk Satgas Covid-19 yang berjumlah 9 orang, namun yang akan melakukan pemantauan sebanyak 3 orang. Jumlah guru SMKN 2 Kepulauan Mentawai sebanyak 35 orang. Seluruh guru itu sudah sempat dites swab dan hasilnya dua orang positif.

“Ketika ada yang positif guru-guru akan diswab lagi namun jadwalnya belum diinfokan oleh Puskesmas kapan akan diswab lagi, kita berharap tidak ada pasien positif lagi di sekolah agar proses PTM berlangsung sehingga siswa bisa belajar lagi seperti biasanya, siswa dan guru tetap ikuti protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, serta bagi guru yang positif diharapkan cepat sembuh,” ujar Amati.

Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Siberut Selatan, Netty Anwar, mengatakan sekolah di Siberut Selatan untuk sementara ditutup karena ditemukannya kasus positif covid-19.

“Dengan adanya pasien positif di setiap sekolah di Siberut Selatan untuk sementara ini sekolah ditutup dulu, sampai semuanya aman,” katanya.


BACA JUGA