10 Guru Honorer SMP GKPM Sikakap Dapat Bantuan Rumah Dari Kementerian PUPR

10 Guru Honorer SMP GKPM Sikakap Dapat Bantuan Rumah Dari Kementerian PUPR Rumah swadaya di Nem-Nem leleu, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap untuk guru honorer SMP GKPM Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Guru honorer Sekolah Menengah Pertama Gereja Kristen Protestan Mentawai (SMP GKPM) Sikakap mendapat bantuan rumah swadaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Perumahan Satuan Kerja Penyediaan Rumah Swadaya.

Sepuluh unit rumah swadaya tersebut dikerjakan sejak September 2020, tipe rumah setengah permanen dengan ukuran 6 X 6 meter persegi, besar anggaran satu unit rumah Rp30 juta untuk memberi material dan Rp5 juta untuk upah tukang.

"Sesuai dengan perjanjian kerja pekerjaan rumah swadaya 10 unit untuk guru-guru honorer SMP GKPM Sikakap sampai berdiri dengan aspek pekerjaan rumah setengah permanen, dengan kamar tidur dua unit, ruang tamu dan wc, pekerjaan sudah dimulai sejak September 2020 dan pekerjaan sudah selesai 100 persen, kalau ada kekurangan nanti akan dikerjakan lagi oleh penerima bantuan rumah swadaya, di rumah swadaya yang belum ada sekarang pintu kamar dua, pintu dapur satu, dan pintu jendela dua, kalau pintu depan rumah sudah ada, dan jendela depan rumah juga sudah ada," Marbun (62), kepala tukang pembuatan rumah swadaya guru honorer SMP GKPM Sikakap, Selasa (12/1/2021).

Marbun, menyebutkan rumah swadaya tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, besar dana bantuan untuk satu unit rumah Rp35 juta, terdiri dari Rp30 juta untuk beli material, dan Rp5 juta untuk upah tukang.

Pembangunan rumah swadaya ini dikerjakan secara swadaya oleh penerima rumah, karena kesibukan masing-masing sesuai dengan kesepakatan kelompok yang penerima rumah swadaya menunjuk Marbun sebagai tukang, dengan upah satu unit rumah swadaya Rp5 juta, dia dibantu oleh dua orang tukang supaya pekerjaan rumah swadaya ini cepat selesai, katanya.

Janter (30), Ketua Kelompok Goisok-Goisok, salah satu guru honorer yang juga mendapatkan rumah swadaya menyebutkan, sesuai dengan perjanjian kerja dengan tukang sampai berdiri tipe rumah setengah permanen dengan ukuran 6 X 6 meter persegi, pekerjaan sudah 100 persen, kalau ada kekurangan dalam pekerjaan rumah sederhana itu akan di lengkapi oleh penerima bantuan rumah swadaya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Sebenarnya yang mengerjakan rumah swadaya tersebut kami para penerima bantuan bergotong royong bersama-sama untuk membangun rumah tersebut, supaya pekerjaan rumah swadaya berjalan tepat waktu pekerjaannya maka kami menunjuk satu orang kepala tukang dan kami membantu pekerjaannya,” katanya.

"Sekarang ini rumah swadaya belum bisa kami tempati karena belum ada serah terimanya, adanya rumah swadaya saya bisa membawa anak dan istri saya untuk tinggal di sana, dan rumah swadaya dekat dengan SMP GKPM Sikakap jaraknya sekitar 100 meter dari rumah swadaya ke SMP GKPM Sikakap bisa berjalan kaki, sekarang ini saya masih menumpang tinggal dirumah mertua di Desa Taikako, yang mendapat bantuan rumah swadaya guru honorer yang besar dari Siberut, Sipora, Pagai Selatan, dan Sikakap," jelasnya.

Rajab Sababalat (27), guru honorer SMP GKPM, salah seorang penerima bantuan rumah swadaya mengatakan, menjadi guru honorer di SMP GKPM Sikakap sudah 2,5 tahun, sekarang ini dia masih tinggal di asrama SMP GKPM Sikakap.

“Saya berasal dari Sipora Utara, Dusun Berkat, Desa Tuapejat, dengan adanya bantuan rumah swadaya ini saya akan tinggal di sana nanti, sekarang ini menunggu peresmian dan serah terima saja lagi, kalau sudah diserahkan maka saya akan tinggal di rumah swadaya tersebut,” katanya.

BACA JUGA