Pokdarwis Madobag Belum Beroperasi Untuk Kebersihan Air Terjun Kulukubuk

Pokdarwis Madobag Belum Beroperasi Untuk Kebersihan Air Terjun Kulukubuk Kondisi jalan menuju air terjun Kulukubuk yang sudah rusak. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai masih belum beroperasi maksimal lantaran anggaran untuk melakukan aktivitas pembersihan lokasi air terjun yang selama ini kondisinya mulai rusak dan tak terawat sejak diresmikan.

"Sejak dilantik 4 November tahun lalu sampai Januari 2021 ini belum ada pertemuan anggota Pokdarwis khususnya di Desa Madobag, karena belum ada informasi yang jelas apa tugas kami masing-masing, yang menjadi kendala lain fasilitas kami belum ada seperti laptop, ATK, maupun kepentingan lainnnya sehingga belum bisa beraktivitas maksimal," kata Ketua Pokdarwis Desa Madobag, Simon Sapojai kepada Mentawaikita.com, Selasa (5/1/2021) 

Kata Simon, Pokdarwis Desa Madobag masih jalan ditempat karena dana pendukung  belum ada, dia mengharapkan koordinasi yang harmonis jangan ada tuding menuding, Pokdarwis juga masih mengharapkan adanya Peraturan Daerah(Perda) didukung Peraturan Desa(Perdes) yang menguatkan.

"Memang diakui selama ini lokasi air terjun Kulukubuk tak terawat, dan sudah ada yang rusak,dan seharusnya pembersihan dilakukan oleh anggota Pokdarwis sebab kamilah yang ada di lokasi, namun terkendala anggaran, semua fasilitas yang rusak saat ini tangung jawab Pemda Mentawai, anggota Pokdarwis Desa Madobag ada 27 orang. 

Menurut Simon, Pemda jangan hanya tahu membangun namun harus ada kelanjutan sehingga wisata Kulukubuk bisa menjadi penunjang ekonomi masyarakat setempat. 

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai Joni Anwar mengatakan, kelompok sadar wisata Kulukubuk Desa Madobag sudah jalan sejak dilantik sejak November tahun lalu saat peresmian Air terjun Kulukubuk.

"Pembangunan wisata air terjun Kulukubuk tahun ini belum dapat Dana Alokasi Khusus(DAK), namun untuk pengelolaan disiapkan Peraturan Bupati (Perbub)dulu nanti siapa yang kelola apakah Pemerintah Daerah Mentawai (Pemda) yang bekerja sama Pokdarwis,yang jelas kita siapkan Perbubnya dulu pada bulan Januari sampai Februari ini," kata Joni Anwar.

Fasilitas yang rusak itu sebenarnya tergantung inisiatif Pokdarwis yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa(Pemdes), bagaimana Pokdarwis ini berkereasi. “Nanti itu saya doronglah bagaimana kelanjutannya supaya bisa berjalan. Persoalan sengketa tanah,itu harus diselesaikan dulu ditingkat desa dan pemerintah kecamatan kita tinggal menunggu hasil apa yang diputuskan bersama,” terang Joni.

Hendro, pemandu wisata Siberut Selatan mengatakan, soal pembangunan Kulubuk adalah sudah keharusan, agar kulubuk itu menjadi destinasi yang terkelola dengan baik. Tapi menurutnya terkait dengan fisik pembangunan dan panataan seharusnya menimbulkan karakter dan ciri khas tersendiri. Pembangunan harus menambah nilai keindahan  kulukubuk itu sendiri, tidak hanya sekedar memperlihatkan keindahan air terjunnya tetapi lingkungannya dan bangunan yang ramah terhadap lingkungan dan setidaknya memiliki nilai artistik.

"Sebenarnya semenjak dibangunnya fasilitas air Terjun Kulukubuk itu kami sendiri sebagai pemandu sudah tidak terlalu merekomendasikan Kulubuk, soalnya ada beberapa  komentar yang tidak enak dari wisatawan asing yang sudah pernah kesana meraka kurang menikmati dikarenakan terlihat sesuatu yang modern sudah tidak alami lagi,” terangnya. 

Josep Napitupulu seorang pemandu turis yang sering bawa wisatawan ke Kulukubuk prihatin sangat mendalam keasliannya telah terdegradasi dan lingkungan sangat tercemar. “Terakhir kami kunjungan kesana, pada saat pembangunan dilakukan salah seorang wisatawan mengatakan bahwa nilai eksotis kuluk kubuk mulai hilang dan dapat dipastikan bahwa paket penawaran wisata untuk wisatawan asing sudah tidak menarik lagi untuk ditawarkan,” terangnya.

Dia sama sekali tidak paham, sebenarnya apa maksud dan tujuan dari pengembangan ini semua. kalau pembangunan itu diterapkan, namun perlu ada kajian dan pelibatan para pihak sebelum itu dilakukan. “Saya hanya sangat menyayangkan, kenapa dana yang begitu besar tetapi dikelola untuk pembangunan yang masih belum jelas akan mendatangkan manfaat, tetapi malah sebaliknya akan mendatangkan masalah baru," kata Josep. 


BACA JUGA