Kantongi Izin, SMAN 1 Siberut Selatan Sekolah Tatap Muka 11 Januari

Kantongi Izin SMAN 1 Siberut Selatan Sekolah Tatap Muka 11 Januari Siswa SMAN 1 Siberut Selatan mengantre untuk mencuci tangan sebelum masuk kelas. Foto diambil beberapa bulan lalu saat pandemi Covid-19 sudah terjadi. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MUARASIBERUT-SMAN 1 Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka pada Senin (11/1/2021) mendatang setelah mengantongi izin dari Dinas Pendidikan Sumbar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Kepulauan Mentawai tertanggal 7 Desember.

Dalam surat izin itu Dinas Pendidikan Sumbar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Kepulauan Mentawai menyatakan secara prinsip mengizinkan SMAN 1 Siberut Selatan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan syarat harus memenuhi protokol aman Covid-19 secara ketat dan sekolah tetap mempedomani surat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Mentawai terkait Pembelajaraan pada Semester Genap 2020/2021. Jika sekolah tidak mematuhinya maka pembelajaran tatap muka akan ditinjau ulang.

Kepala SMAN 1 Siberut Selatan, Kristin Filiana Maringga mengatakan pihaknya sudah mengusulkan pembelajaran tatap muka kepada Dinas Pendidikan Sumbar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII pada 6 Januari dan permoonan sudah direspon dengan pemberian izin sehari setelahnya.  

"Kami masih memberi pengumuman hari Senin depan tentang teknis PTM. Dengan mempedomani surat izin dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, kami akan coba belajar dan setiap harinya akan dievaluasi. Kalau ada masukan dari masyarakat, orang tua, komitedan pihak lain kami akan pertimbangkan,” katanya kepada Mentawaikita.com, Rabu (6/1/2021).

Menurut Kristin, sekolah sudah menyiapkan fasilitas untuk memenuhi protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker sudah disiapkan. Saat ini pihak sekolah masih menunggu hasil tes swab beberapa guru dan pegawai sekolah serta menunggu jadwal swab beberapa guru lainnya.

Yang akan menjadi tantangan menurut Kristin adalah membiasakan untuk jaga jarak. Termasuk barang-barang seperti sabun dan hand sanitizer atau tissu mudah hilang begitu diletakkan di tempat umum.

"Jumlah siswa 721 orang, pasti akan dipantau oleh guru tapi nggak mungkin guru piket berdiri terus di dekat siswa, mereka juga patroli di belakang ruangan, patroli di gunung, dan lain sebagainya. Kita buat piket dan bahkan kita punya tim Covid-19 dan relawan di sekolah untuk membantu saat di sekolah. Kami bentuk tim satuan tugas gugus di SMAN Siberut Selatan terdiri dari tujuh orang guru dan relawan 25 orang. Setiap hari tim dan relawan bergantian sesuai dengan piket masing-masing. Rata rata 2-8 orang piket setiap harinya, ini perencanaan tapi kalau ada kendala pihak sekolah akan evaluasi untuk pelayanan yang lebih baik," kata Kristin.

Sedangkan untuk ruang kelas cukup dengan aturan tiap ruang hanya diisi kapasitas maksimal 50 persen. Setiap siswa wajib memakai masker di kelas, meski demikian sekolah juga menyiapkan masker untuk siswa yang tidak punya masker. “Itu sudah kita lakukan sejak Maret 2020, pembelian masker di sekolah akan kita lakukan namun masih dalam proses penganggaran akhir Januari, semua anggaran diambil dari dana BOS,” katanya.

Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Siberut Selatan Netty Anwar mengatakan, untuk pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan minggu ini sebab sesuai dengan surat edaran Bupati Mentawai semua guru wajib melakukan tes swab PCR. Hingga saat ini baru 130 guru di Siberut Selatan yang sudah melakukan tes swab PCR dan sisanya menyusul Sabtu (9/1/2021).

"Sedangkan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Siberut Selatan sesuai dengan Edaran Bupati Mentawai, sekolah mempertimbangkan dan mengusulkan ke Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Siberut Selatan ,lalu kami Korwil akan mengajukan permohonan itu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai, jadi yang mempertimbangkan atau merekomendasi apakah bisa belajar tatap muka atau tidak itu Dinas Pendidikan," kata Netty Anwar.

 

BACA JUGA