Jelang Natal Harga Bumbu Masak Melonjak

Jelang Natal Harga Bumbu Masak Melonjak Hen Tamar, salah seorang pedagang bumbu dapur di Kecamatan Sikakap (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Harga bumbu masak mulai mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di pasar Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Bumbu masak yang mengalami kenaikan yakni cabai merah Rp40 ribu per kilogram naik menjadi Rp60 ribu per kg, bawang merah dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp33 ribu. Kemudian bawang putih dari semulai Rp35 ribu per kg menjadi Rp37 ribu. Begitu juga harga jual telur ayam buras dari Rp45 ribu per lapik naik menjadi Rp47 ribu.

"Jelang Natal 25 Desember 2020 ada beberapa bumbu dapur mengalami kenaikan, seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam buras, kenaikan harga bumbu dapur disebabkan karena cuaca tidak menentu, terutama sekali sekarang lagi musim hujan akibatnya banyak tanaman petani yang gagal panen," kata Hen Tamar, pedagang bumbu masak di Desa Sikakap kepada MentawaiKita.com, Jumat (4/12/2020).

Selain cabai dan bawang, kata Hen Tamar, bumbu lain tidak mengalami kenaikan  yakni jahe Rp40 ribu per kg, kunyit  Rp15 ribu per kg, tomat  Rp10 ribu dan minyak manis Rp14 ribu per kg.

Menurut Hen Tamar dari sekian bumbu dapur yang dijual, harga cabai yang mengalami lonjakan cukup tinggi. Akibatnya kenaikan harga itu terjadi penurunan daya beli masyarakat. 

Sebelum harga cabai naik, lanjut Hen Tamar, dalam seminggu ia dapat menjual cabai mencapai Rp100 kg namun ketika naik mengalami penurunan hingga 50 persen atau hanya 50 kg per minggu.

"Setiap Minggu saya mendatangkan cabai merah dari Padang 100 kg, turunnya penjualan sekarang juga disebabkan Covid-19, akibat Covid-19 warga dari luar Desa Sikakap jarang turun ke Desa Sikakap untuk belanja hal ini mereka mungkin beranggapan Desa Sikakap sudah ada pasien Covid-19, sekarang ini omset penjualan menurun 50 persen misalnya sebelum Covid19 dan beberapa harga bumbu masak mengalami kenaikan penjualan dalam satu hari itu mencapai Rp6 juta sekarang ini hanya Rp3 juta," ujarnya.

Rahma (49), salah seorang ibu rumah tangga di Sikakap, mengeluhkan kenaikan harga cabai, bawang merah dan telur sangat tinggi. Menurutnya kenaikan harga itu berpengaruh terhadap daya beli mereka sebab bumbu-bumbu itu kebutuhan dapur utama masyarakat.

"Sekarang ini terpaksa harus mengurangi konsumsi cabai merah, biasanya tiap minggu cabai merah habis 500 gram sampai 1000 gram sekarang ini dikurangi menjadi 500 gram, dan membeli cabai merah bila dibutuhkan saja," katanya.

Senada dengan Rahma, Marni (57), ibu rumah tangga menyebutkan, setiap mendekati hari raya keagamaan harga kebutuhan pokok selalu mengalami kenaikan.

“Sekarang ini yang bisa kita lakukan mengurangi konsumsi cabai merah atau bumbu masak lainnya, sekarang ini bila memasak sambal disesuaikan dengan kebutuhan setiap hari saja," katanya.



BACA JUGA