Warga Siberut Selatan Resah Maraknya Pencurian Mesin Pongpong

Warga Siberut Selatan Resah Maraknya Pencurian Mesin Pongpong Bhabinkamtibnas Polsek Siberut, Bripda Muhammad Sukri (kanan) dan Kepala Desa Muntei, Agustinus Sagari (kiri) membahas kasus pencurian pompong di kantor Desa Muntei. (Foto : Hendrikus/MentawaiKita)

PURO-Warga di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai resah karena maraknya pencurian mesin pongpong yang terjadi pada dua bulan terakhir yakni Oktober-November. Hingga hari ini Senin (30/11/2020) pelaku pencurian belum diketahui.

Herminius Saruru, warga Desa Muntei salah seorang pemilik pongpong yang dicuri mengatakan, dirinya tidak tahu pasti kapan mesin pongpongnya dicuri. Mesinnya hilang saat perahu bersama mesinnya ditambatkan di pantai Maileppet.

“Setelah kami lihat mesin pongpong sudah tidak ada tinggal perahunya yang ada, merek pompong saya yamamoto baru setengah pakai,” kata Herminius kepada MentawaiKita, Senin (30/11/2020).

Sebelumnya, kata Herminius, mesin pompong milik warga Saliguma yang ditambatkan di sungai Desa Muntei hilang juga.

“Setelah dicari info pongpong ditemukan di Peipei, Kecamatan Siberut Barat Daya, untuk kasus di daerah Muntei dan Puro ini pelakunya sampai saat ini belum ditemukan," kata Herminius.

Kepala Dusun Puro, Heronimus, mengatakan, di Dusun Puro Desa Muntei, Mentawai sudah banyak kehilangan mesin pongpong. Jika dihitung kasus pencurian pongpong sekitar 5 kali, namun sampai saat ini pelakunya belum diketahui.

Menurut dia, cari percakapan warga, pencurian mesin pongpong tidak hanya terjadi di Siberut Selatan tetapi juga meliputi wilayah Siberut Barat Daya.

"Jadi dugaan saya pelaku ini mencari pongpong di tepi sungai dan mengintai pongpong siapa yang tertinggal di tepi sungai, lalu mereka akan beraksi pada malam hari sekira jam 12 malam. Biasanya kebanyakan pongpong yang ditambatkan di daerah tepi sungai itu dari Desa Katurei dan daerah hulu Sarereiket, karena ketika pelaku datang mencuri pongpong masih terpasang diperahu dari situ pelaku akan mengangkat mesin itu," kata Heronimus.

Kemungkinan pongpong yang berhasil dicuri, kata Heronimus, dijual pelaku kepada orang lain. Petugas keamanan lokal seperti linmas belum diperintahkan melakukan pengamanan khusus terkait hal itu.

"Yang jelas kami mengimbau jangan ada masyarakat yang meletakkan mesin pongpongnya di tepi sungai yang tidak banyak orang, ada baiknya dibawa di rumah aja atau dibuatkan tempatnya saja, dan kami juga mengharapkan kerja sama dengan aparat keamanan setempat untuk mencari siapa pelaku pencuri pongpong ini, agar tidak ada lagi kehilangan pongpong di Puro dan yang lainnya," ujar Heronimus.

Stepanus (69), warga Puro menyebutkan pencurian mesin pongpong sudah menjadi momok di tengah masyarakat.

"Kejadian ini sudah sering terjadi, dan sudah banyak masyarakat yang mengeluh, bahkan pelaku ini mencuri mesin pongpong di dalam rumah warga ketika mereka tak ada di rumah, sampai saat ini belum kami ketahui siapa pelaku utamanya," kata Stepanus.

Dikonfirmasi hal itu, Bhabinkamtibnas Polsek Siberut, Bripda Muhammad Sukri, mengatakan masyarakat harus memberikan laporan kepada polisi untuk ditindaklanjuti dalam penyelidikan.

“Kita harus sudah dapat info di masyarakat dulu, harus ada bukti dulu, nanti akan dikembangkan, kami juga mengimbau kepada masyarakat bahwa ketika bepergian dan pulang ke rumah, pongpongnya diselamatkan dibawa di rumah supaya aman, dan tak ada kesempatan pencuri ini untuk melakukan aksinya," kata Bripda Muhammad.


BACA JUGA