Dinas Ketahanan Pangan Mentawai Salurkan Bantuan 14 Ekor Sapi 

Dinas Ketahanan Pangan Mentawai Salurkan Bantuan 14 Ekor Sapi  Sapi bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai menyerahkan 14 ekor sapi jenis bali kepada kelompok Siobak Simaeru, Desa Matobe, Kecamatan Sikakap. Penyerahan bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai Zakirman, Rabu, 25 November.

Serah terima bantuan tersebut Zakirman minta kepada TNI dan Polri ikut dalam mengawasi setiap bantuan yang diberikan oleh Pemerintah kepada kelompok masyarakat..

“Tim Satgas Ketahanan Pangan itu terdiri dari pemerintah juga ada dari TNI-Polri dan kejaksaan, untuk itu TNI dan Polri berhak melakukan pengawasan terhadap bantuan yang diberikan oleh pemerintah, untuk kelompok Siobak Simaeru, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai memberikan bantuan 14 ekor sapi,” kata Zakirman.

Zakirman menambahkan, selain memberikan bantuan sapi, Dinas Ketahanan Pangan juga memberikan bantuan berupa bahan material untuk membuat kandang sapi seperti seng 2 kodi, semen 20 sak, paku 9 kilogram, seng plat 4 lembar, pasir 4 kubik, kayu 1 kubik, kawat untuk buat pagar 30 gulung, kayu untuk pagar 920 batang, 7 kilogram paku, dan kosentrat 100 kilogram.

Sapi diberikan sekarang terdiri dari 2 ekor sapi jantan, dan 12 ekor sapi betina, usia sapi sekarang antara 1,5 tahun sampai 2 tahun.

Bagi kelompok masyarakat yang ingin mengusulkan bantuan sapi ke Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai syarat utama harus ada lahan 5 hektar sebagai tempat sapi mencari makan, di lahan itu nanti akan ditanam pakan sapi. Sebelum diberikan bantuan sapi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai terlebih dahulu memberi bantuan rumput untuk pakan sapi.

"Harapan kami dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bagi kelompok yang mendapatkan bantuan sapi hendaknya lebih serius dalam mengelola bantuan yang diberikan, dalam jangka dua tahun hendaknya sapi yang diberikan ini sudah ada penambahan, pengawasan nanti akan terus dilakukan oleh PPL Dinas Tahanan Pangan, dan TNI-Polri,” katanya.

Camat Sikakap Victor mengatakan, dengan penuh kesabaran dan ketekunan akhirnya Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai menyalurkan juga bantuan sapi kepada kelompok Sioba Simeiru, padahal proposal diajukan sejak tahun 2018.

"Harapan kami dari pemerintah Kecamatan Sikakap setelah serah terima ini jangan ada alasan ini itu untuk mendapatkan uang cepat seperti menjual sapi bantuan ini, sesuai dengan pengalaman selama ini, keakraban anggota kelompok sangat menentukan sekali maju mundurnya kelompok, sesuai pengalaman selama ini kelompok masyarakat itu hanya bertahan dalam satu bulan setelah itu mulai terjadi cekcok dengan anggota kelompok, penyebab cekcok itu masalah pengaturan kerja,” terangnya.

Victor juga mengatakan sekarang ini kelompok Sioba Simeiru tidak susah lagi mencari pakan sapi sebab sudah ada rumput bantuan yang diberikan langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ditanam sejak tahun 2018. “Kami berharap kelompok Sioba Simeiru dapat menjadi contoh bagi kelompok lain, sehingga kebutuhan daging untuk Pagai Utara Selatan (PUS) dapat terpenuhi dalam jangka 5 tahun kedepan,” tuturnya.

Sementara Danramil 04 Sikakap Kapten INF Putra Damanik menjelaskan, sesuai arahan yang diberikan oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai TNI dan Polri akan berusaha semaksimal mungkin melakukan pengawasan terhadap bantuan yang diberikan ini.

"Harapan kami dalam satu tahun kedepan ada sapi bantuan yang dijual dengan alasan sakit atau kaki sapi terluka akibat dibacok, sebab ini sudah banyak pengalaman, kalau terjadi ini terjadi kami akan langsung menegur dan mengambil tindakan," jelasnya.

Jan Winnen Sipayung, pengawas kelompok Sioba Simeiru Desa Matobe, mengatakan, mari saling bekerjasama supaya sapi bantuan yang 14 ekor ini bertambah dengan cepat dalam jangka dua tahun kedepan. “Keseriusan kelompok dalam berternak sangat dibutuhkan sekali, jangan karena ada cekcok dengan salah satu anggota kelompok akhirnya sapi tidak diberi makan, kalau ada masalah dalam kelompok selesaikan dengan cara kekeluargaan supaya masalah itu tidak berlarut-larut,” katanya.

Sedangkan Agusrian, Ketua Kelompok Siobak Simaeru menyebutkan, waktu memasukkan proposal ke Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai jumlah anggota kelompok sebanyak 11 orang tahun 2018 tapi karena bantuan sapi ini belum jelas kapan akan keluarnya dua orang anggota kelompok mengundurkan diri, sekarang ini anggota kelompok Siobak Simaeru tinggal 9 orang.

“Dengan adanya bantuan sapi yang diberikan oleh Dinas  Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Mentawai akan kami gembalakan dengan serius mudah-mudahan bantuan ini bisa mengubah ekonomi kelompok dan ekonomi keluarga,” katanya.

Serah terima bantuan sapi bantuan tersebut disaksikan oleh Camat Sikakap Victor, Danramil 04 Sikakap Kapten INF Putra Damanik, Waka Polsek Sikakap Ipda Yanuar, Danpos Kamla Sikakap Peltu Dwi Wahyono. 


BACA JUGA