Lahmuddin : Tidak Ada Pasien Yang Dicovidkan

Lahmuddin  Tidak Ada Pasien Yang Dicovidkan Tempat isolasi di Tuapeijat, Sipora Utara. (Foto: Patris/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Kepala Dinas Kesehatan Mentawai sekaligus Juru Bicara Perkembangan Pencegahan Penyebaran Covid-19 (Corona Disease-19 Mentawai membantah isu yang berkembang di tengah masyarakat bahwa corona diduga hanya proyek.

Kecurigaan itu muncul terkait dengan hasil swab tes positif dari Laboratorium Diagnostik Penyakit Infeksi yang tidak bisa secara langsung ditunjukkan petugas kepada pasien yang dinyatakan positif ketika dijemput tim medis untuk diisolasi.

"Itu hak pasien, yang kita keluarkan itu sebagai salinan dari hasil swab tes positif yang telah keluar dari Labor Unand, datanya ada, kalau ada informasi pasien dicovidkan, itu tidak ada bisa kita buktikan," kata Lahmuddin membantah isu itu.

Belakangan ini tingkat kepercayaan masyarakat di beberapa daerah di Mentawai soal adanya covid berkurang sehingga masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi terhadap penggunaan masker dan muncul tudingan ini proyek semata.

Ketidak patuhan masyarakat terhadap penggunaan masker juga masih tampak dibeberapa daerah di Mentawai meski sosialisasi protokol kesehatan yang salah satu kewajiban pakai masker belum diindahkan.

Kemudian Lahmuddin juga menjawab terkait dengan tempat karantina yang dibangun di Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara yang saat ini tidak digunakan malah Pemda Mentawai lebih memilih untuk menyewa penginapan di Tuapeijat dan di Sikakap yang digunakan sebagai tempat karantina pasien covid-19 yang menghabiskan anggaran senilai Rp305,8 juta selama 30 hingga 60 hari.

Padahal anggaran yang dikeluarkan Pemda Mentawai untuk merehab gedung Disparpora menjadi tempat karantina di Mapadegat dan membangun tempat karantina baru capai sekira Rp460 juta tetapi kini tak digunakan.

"Tempat karantina Mapaddegat tetap kita pakai, kalau ada lonjakan pasien covid baru kemudian kita pakai dan itu sebagai cadangan, karena di situ juga kamar mandi terbatas tentu pasien perlu kenyamanan jangan pula karena ketidaknyamanan pasien makin lama mereka sembuh," kata Lahmuddin.

Sebelumnya tempat karantina yang dibangun di Mapaddegat sempat digunakan untuk isolasi pasien covid-19 pada bulan sebelumnya, namun kini dibiarkan kosong dan pasien yang sedang dirawat karena terpapar covid-19 tersebar ditempat karantina ada di rumah sakit, hotel.

Kemudian tempat karantina yang dibangun Dinas Perhubungan Mentawai misalnya di Tuapeijat yang awalnya sebagai tempat isolasi yang menghabiskan anggaran ratusan juta kini disulap menjadi posko petugas medis. 


BACA JUGA