Sertina yang Berharap Bantuan Rumah dari Pemerintah

Sertina yang Berharap Bantuan Rumah dari Pemerintah Rumah Sertina warga Makukuet Desa Matobe (Foto : Leo/MentawaiKita)

MAKUKUET—Tiap tahun yang dimulai pada 2017 hingga tahun ini rumah milik Sertina (47), warga Makukuet, Desa Matobe, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai difoto dan didata oleh petugas Desa Matobe. Pemotretan dan pendataan tersebut bertujuan sebagai bahan mengajukan permintaan bantuan pembuatan rumah dari pemerintah, namun sayangnya meski bantuan rumah telah didapat oleh warga di dusun lain, Sertina tak kunjung mendapat bantuan yang sama.

“Sejak 2017 setiap tahunnya rumah saya difoto dan didata oleh petugas Desa Matobe namun belum ada realisasinya," kata Sertina kepada MentawaiKita.com, Minggu (22/11/2020).

Sertina mengaku dirinya cemburu melihat bantuan rumah dari pemerintah seperti di dusun Berkat, Seai atau di desa lain. 

“Saya sudah pantas mendapatkan bantuan karena rumah saya hanya berukuran 4 meter x 5 meter persegi sudah tidak layak huni dan juga atap sengnya sudah banyak yang bocor, rumah ini masih peninggalan almarhum suami saya sekira 10 tahun yang lalu,” ujarnya.

Rumah itu pun, kata Sertina belum selesai dibangun sebab suaminya meninggal. Untuk membangun rumah dirinya tak memiliki biaya sebab harus menanggung biaya sekolah empat anaknya. Seorang anaknya saat ini kuliah semester 1, kemudian kelas 1 SMK, masih ada juga yang duduk dibangku kelas 2 SMP dan yang paling bungsu masih SD.

“Pekerjaan saya hanya bertani sawah dan juga jualan sayur pakai gerobak dorong ke pasar Sikakap, hasilnya untuk makan saja susah apalagi untuk bangun rumah,” tuturnya.

Sertina menyebutkan rumah yang ditempatinya saat ini sangat sempit sebab anak perempuannya yang sudah berkeluarga masih menumpang tinggal di rumahnya bersama suami dan kedua orang anaknya. Terkadang dirinya harus tidur di dapur sebab rumah yang memiliki dua ruangan ini tidak muat ditempati.

“Anak laki- laki saya tidur sama pamannya di sebelah rumah,  saya sangat berharap kepada pemerintah untuk bangun rumah karena saya pantas dapat seperti yang lainnya,” katanya.

Kepala Dusun Makukuet, Desa Matobe, Riduan, mengatakan berdasarkan data yang mereka dapat ada 10 unit rumah yang tidak layak dan perlu bantuan dari 38 rumah yang ada di Makakuet. 

“Setiap tahun pihaknya mengusulkan tapi belum ada jawaban dari pemerintah,” kata Riduan.

Menanggapi hal itu Kepala Desa Matobe, Silvanus, menyebutkan jumlah kepala keluarga dari 12 dusun yang ada di Matobe sebanyak 558 unit. Data yang diusulkan untuk mendapat bantuan rumah sebanyak 97 unit.

“Data-data rumah yang tidak layak huni sejak 2017 telah dilakukan setiap Musrenbang tingkat Kecamatan selalu diusulkan terkait bantuan rumah ini, datanya juga sudah diusulkan ke Pemda Mentawai, tapi belum ada realisasinya, pihak pemdes hanya usulkan, kita menunggu saja," ujarnya. 


BACA JUGA