20 Warga Sikakap Datangi Kantor Camat Pertanyakan Penanganan Covid-19

20 Warga Sikakap Datangi Kantor Camat Pertanyakan Penanganan Covid19 Warga Sikakap mempertanyakan penanganan Covid-19 di kantor camat Sikakap (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—Sekitar 20 warga Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang didominasi perempuan mendatangi kantor Camat Sikakap, Selasa (17/11/2020). Kedatangan warga tersebut ingin mempertanyakan soal penanganan Covid-19 sebab gara-gara virus itu mereka dirugikan dari sisi ekonomi. 

Perwakilan warga yang terdiri dari tiga orang yakni Ninik Gea, Armaini, Elnawati diterima langsung oleh Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, Peltu Dwi Wahyono Kamla Sikakap, Bhabinsa Koramil 04 Sikakap, dan beberapa staf Camat Sikakap di ruang tunggu kantor Camat Sikakap.

Ninik Gea, perwakilan warga mengatakan, akibat penyebaran Covid-19 yang terjadi di Sikakap menyebabkan penurunan transaksai perdagangan dan ekonomi. Masyarakat dari pulau-pulau tidak mau ke Sikakap karena menganggap Sikakap sarang virus corona.

“Akibat corona masyarakat menjadi resah sehingga warga dari pulau takut datang ke Desa Sikakap, lalu siapa yang bertanggung jawab masalah ini, kita tahu diberita-berita kalau ada satu orang atau dua orang yang terkena corona di lingkungan itu maka diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” katanya.

Selain itu, Ninik Gea mempertanyakan hasil pemeriksaan sample dari Laboratorium Unand Padang sebab beberapa orang yang diisolasi tidak ada keterangan analisis laboratorium.

“Hal ini timbul rasa kecurigaan masyarakat apakah ini benar corona atau tidak, sebab beberapa hari saja pasien corona 1 minggu dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Mereka juga mempertanyakan bahaya dari ruang isolasi dekat pemukiman masyarakat seperti di wisma lestari yang sekarang digunakan untuk ruang isolasi pasien corona. Mereka juga kecewa dengan pelaksanaan protokol kesehatan pada pesta pernikahan sebab di pesta itu banyak kerumuman dan berjoget  yang tidak menjaga jarak.

“Begitu juga waktu hari kapal Rabu dan Minggu dari Padang datang ke Desa Sikakap banyak terjadi ke rumunan, kalau bisa Gugus Tugas dapat mengimformasikan kepada warga yang di pulau bahwa Desa Sikakap itu  aman dari corona, dan harapan kami kepada pemerintah untuk menata kembali supaya perekonomian masyarakat kembali normal,” kata Ninik Gea.

Menyambung kata Ninik Gea, Armaini, warga Desa Sikakap mempertanyakan soal rapid test sebab menurut dia jika rapid test telah dilakukan di Padang mestinya tidak ada swab test lagi di Sikakap.

Elnawati, juga merasa heran soal pasien yang dinyatakan positif Covid-19 yang hanya diantar oleh suami pasien ke rumah isolasi. 

“Setahu kami pasien corona itu dijemput oleh petugas dengan APD lengkap, apakah ini tidak ganjil,” katanya.

Menjawab pertanyaan itu, Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, mengatakan keputusan dipilihnya wisma lestari sebagai tempat isolasi merupakan keputusan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai hal ini disebabkan dua tempat isolasi yang ada di Desa Sikakap sudah penuh, seperti di Puskesmas Sikakap dan Ruang Karantina Kantor UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kecamatan Sikakap.

“Saran saya kalau ada keluhan dan penolakan terhadap ruang isolasi pasien Covid-19 Kecamatan Sikakap di wisma lestari silahkan buat surat dan ditandatangani oleh masyarakat tentang penolakan tersebut,” kata Tirto Edhi.

Sementara terkait pengawasan protokol kesehatan, kata Edhi. sejak Maret sampai sekarang bermacam upaya telah mereka lakukan  supaya masyarakat patuh menjalankan protokoler seperti pakai masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan jaga jarak minimal 1 meter sampai 1,5 meter.

"Terus terang sampai sekarang masih banyak masyarakat yang tidak patuhi dalam menjalankan Protokoler kesehatan terutama sekali pakai masker waktu ke luar rumah, setelah ada razia semua baru pakai masker, setelah razia selesai masker dilepas kembali, sanksi sudah sering kami berikan seperti push up, skor jam, disuruh beli masker, memilih sampah, dan bahkan disuruh duduk diselokan, razia tidak hanya siang hari kami lakukan, bahkan malam hari pun, saya yakin ibu-ibu tahu upaya kami dalam menegakkan protokoler kesehatan tapi sampai sekarang masih juga ada masyarakat yang belum patuh,” ujarnya.

Peltu Dwi Wahyono, Kamla Sikakap, mengatakan masalah ruang isolasi di wisma lestari itu sudah alternatif terakhir setelah beberapa kali dilakukan pengecekan tempat isolasi pasien Covid-19 di Kecamatan Sikakap yang baru tapi tidak ada yang layak.

“Kalau kami letakkan di bekas kantor kehutanan di Dusun Sikakap Tengah itu sangat tidak layak sekali, listrik tidak ada, air tidak ada dan loteng dan seng banyak yang bocor, bukan sembuh pasien Covid-19 tapi akan muncul penyakit baru bukan penyakit Covid-19, kalau kami letakkan di tempat seperti itu nanti dikatakan tidak ada kemanusiaan,” kata Peltu Dwi Wahyono

Sementara masalah dilakukan swab bagi PPT dari Padang sampai ke Desa Sikakap, kata Dwi Wahyono, itu perintah langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake waktu rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Sikakap.

Erika Napitupulu, Koordinator Satgas Covid 19 Kecamatan Sikakap, menyebutkan PSBB tidak bisa dilakukan sebab hanya menambah penderitaan bagi pedagang dan masyarakat.

“Buktinya sekarang saja tidak diberlakukan PSBB banyak pedagang yang menjerit karena masyarakat dari pulau tidak keluar, kalau masalah pesta pernikahan satgas Covid-19 Kecamatan Sikakap sudah mewanti-wanti kepada orang punya pesta pernikahan untuk mematuhi protokoler kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun, yang datang ke pesta pernikahan wajib pakai masker termasuk yang punya hajatan pesta pernikahan,” jelas Erika Napitupulu.

Erika juga memaparkan bahwa kewajiban melakukan swab test bagi pelaku perjalanan dari Padang ke Mentawai sebagai tindakan pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus penanganan covid-19.

“Rapit test itu belum bisa menjamin apakah seseorang itu positif Covid-19 yang bisa menentukan positif Covid-19 itu laboratorium di Sumbar Laboratorium Unand Padang," katanya.


BACA JUGA