Pelaku Pelecehan Seksual di Bawah Umur Ajak Keluarga Korban dan Pemerintah Dusun Selesaikan Kasus Secara Kekeluargaan

Pelaku Pelecehan Seksual di Bawah Umur Ajak Keluarga Korban dan Pemerintah Dusun Selesaikan Kasus Secara Kekeluargaan Mapolsek Sibakaluan. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-CM (36) di duga pelaku pelecehan seksual anak di bawah umur D (8) dan M (7) di Kecamatan Siberut Barat, sempat membujuk keluarga korban dan pemerintah dusun setempat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan tapi ditolak, hal itu dikatakan salah satu orang tua korban berinisial J.

Dikatakan J, karena kabar ulah bejat CM mulai tersebar dimasyarakat, terduga mulai berusaha membujuk pihak keluarga korban dan pemerintah dusun untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Namun pihak keluarga korban dan pemerintah dusun menolak. "Kami menolak diselesaikan secara damai karena ini kasus pelecehan seksual apalagi mereka dibawah umur,” katanya.

Kepala desa setempat di Kecamatan Siberut Barat, Salmiati mengatakan ketika mendapat informasi dari aparaturnya dia langsung mengamankan korban dari intimidasi terduga dan memberikan informasi awal pada pihak polsek Sikabaluan pada Jumat (6/11/2020) untuk ditindaklanjuti. "Ketika mendapat informasi korban langsung kita amankan dirumah dan kita memberikan laporan awal pada pihak kepolisian", katanya. 

Setelah mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban, tim polsek Sikabaluan langsung turun ke TKP untuk mencari dan menjemput terduga pada Minggu (8/11/2020). Tidak ada perlawanan saat melakukan penangkapan. "Terduga sudah kita amankan dan akan kita lakukan pengembangan,” kata Kepala Seksi Humas Polsek Sikabaluan, Bripka Baltasar, Minggu (8/11/2020)

Berdasarkan keterangan dari J salah satu orangtua D (korban), salah seorang dari korban mengatakan kejadian pelecehan seksual yang menimpa anaknya sudah terjadi sekitar dua minggu yang lalu dan baru terungkap pada Kamis (5/11/2020) dari pengakuan teman-teman korban. "Saat mereka bermain-main ada temannya yang mengolok-olok kalau dia dilecehkan. Makanya kami panggil dan tanya pada anak kami. Akhirnya dia mengaku,” katanya.

J menambahkan, setelah ditanya dan ditelusuri, bukan D saja yang menjadi korban pelecehan seksual namun M ikut menjadi korban pelecehan seksual dari sikap bejat CM. "Pelaku ini sudah melakukan nafsu bejatnya pada korban yang SD. Sementara pada korban S (5) yang masih TK belum sempat dilakukannya. Tapi sudah berniat,” kata J.


BACA JUGA