Dinas Pariwisata Latih Warga Tentang Tata Kelola Destinasi Pariwisata

Dinas Pariwisata Latih Warga Tentang Tata Kelola Destinasi Pariwisata Peserta pelatihan tata kelola destinasi pariwisata. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MADOBAG-Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata di Dusun Kulukubuk, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang dilaksanakan selama 3 hari (4-6/11/2020) yang dihadiri dari Desa Madobag dan Matotonan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Mentawai Joni anwar mengatakan, mendukung pariwisata air terjun Kulukubuk saat ini pihaknya menggelar pelatihan tata kelola destinasi wisata yang dihadiri oleh masyarakat baik pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari dua desa, Madobag dan Matotonan, mereka dibekali cara wisata bisa berkembang dan apa saja yang dilakukan untuk kelanjutan wisata ini.

"Untuk pelatihan ada tiga macam yang kita lakukan yakni, di Muara Siberut pelatihan pengelolaan home stay dan pelatihan tata kelola wisata sejarah, dan di Kulukubuk ada pelatihan tata kelola destinasi wisata, jadi bagaimana destinasi wisata ini bisa dikelola oleh masyarakat karena yang dilatih itu semua masyarakat yang didukung oleh Pokdarwis,"kata Joni, Mentawaikita.com Rabu (4/11/2020).

Kata Joni, kedepannya untuk Pokdarwis ini ada anggaran khusus untuk pembinaan seperti pelatihan, bagaimana nanti mereka bisa hidup itulah destinasi wisata yang dikembangkan, kalau ini sudah jadi semuanya itu duit, jadi tinggal bagaimana pengelolaanya kedepan oleh masyarakat.

Bupati Mentawai Yudas sabaggalet juga sebagai pemateri menyebutkan, adanya pelatihan ini dia berharap pesertanya bisa memahami apa itu wisata dan bagaimana pengelolaannya agar wisata ini bisa berkembang dan bisa menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat karena salah satu andalan wisata Desa Madobak itu wisata air terjun Kulukubuk.

"Pelatihan akan berlanjut selama 3 hari ada beberapa narasumber yang memberikan materi kepada peserta, dan saya berharap kepada peserta yang hadir dari Matotonan Madobag dan Muntei kalau ada tamu semuanya akan menjadi sumber ekonomi, kepada orang tua juga anak-anak harus diberi pemahaman, jangan ada pelarangan tanah,karena bangunan bukan untuk orang lain tetapi untuk anak-anak kita,"kata Yudas.

BACA JUGA