Berburu Wifi Gratis Demi Belajar Online

Berburu Wifi Gratis Demi Belajar Online Sejumlah pelajar di Desa Sikabaluan, Siberut Utara, Mentawai duduk di bawah panel listrik tenaga surya agar bisa berteduh saat mengakses wifi gratis di Kantor Desa Muara Sikabaluan. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Rumah M. A Dia Rini yang bertetangga dengan kantor Desa Muara Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara menjadi tempat berkumpul beberapa teman satu kelasnya di X MIPA 1. Salah satu alasannya karena teras rumahnya terjangkau jaringan wifi yang ada di kantor desa yang dipasang oleh BAKTI AKSI.

"Pagi sebelum jam masuk kantor pegawai desa, jaringannya masih bagus. Namun pada jam kerja agak lelet (lamban) karena pihak desa ada memakai jaringan juga," kata Dia, pada Mentawaikita.com.

Dikatakan Dia, jaringan internet sangat dibutuhkan saat ini. Terlebih selama PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) akibat dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Mentawai. Dimana proses belajar mengajar tidak bisa dilakukan tatap muka seperti biasanya.

"Terima bahan materi dan tugas melalui WA group bagi yang punya handphone android. Bagi yang tidak punya, (tugas) dijemput d isekolah ke guru atau wali kelas," katanya.

Untuk dapat menerima bahan materi pembelajaran dan tugas, bagi pelajar yang memiliki HP android tidak serta merta gampang mengakses materi dan tugas. Mereka mesti mencari biaya tambahan paket data internet atau mencari jaringan wifi gratis yang dipasang di beberapa titik layanan pemerintah.

Di Sikabaluan sebagai pusat kecamatan, jaringan wifi dipasang dan diakses secara gratis di kantor camat, kantor Desa Muara Sikabaluan, SD Fransiskus Sikabaluan, SMPN 1 Siberut Utara, SMAN 1 Siberut Utara dan di Puskesmas Sikabaluan.

"Kalau jaringan wifi tidak bagus terpaksa pakai paket data. Mesti beli paket data biar lancar," katanya.

Selain bisa mengakses internet gratis di wifi desa, juga teman-teman satu lokal Dia Rini yang tidak punya telepon seluler bisa belajar dan mencari bahan bersama-sama.

Lain lagi dengan Resti Julianti, pelajar lainnya di Siberut Utara yang lebih banyak memanfaatkan wifi di kantor camat Siberut Utara. Dengan duduk lesehan di pinggir tembok dinding kantor atau duduk lesehan di teras kantor demi mencari bahan atau mendapatkan materi dan tugas dari guru atau wali kelas.

"Jaringannya tidak lancar kalau lagi ramai. Tapi harus bagaimana lagi karena untuk membeli HP saja orangtua sudah susah ditambah lagi beli paket internetnya," katanya.

Sesekali mereka memanfaatkan lantai teras kantor sebagai meja untuk menuliskan hasil referensi atau tugas dengan duduk dipinggir teras. Adakalanya mereka duduk di teras rumah warga yang ada disekitar kantor camat yang terjangkau jaringan wifi.

Ada juga beberapa pelajar di Sikabaluan yang nekad lama-lama mengakses jaringan internet grastis di wifi kantor Desa Muara Sikabaluan dengan duduk di bawah panel lampu tenaga surya. Tujuannya agar tidak kena sinar matahari, tidak kena hujan dan dapat duduk santai dari beton pondasi panel.

"Kalau yang tidak memperhatikan ke bawah maka mereka tidak tahu kalau kami ada di bawah. Dan lebih untung daripada berdiri dan kena panas," kata salah seorang siswa.

Di SMAN 1 Siberut Utara yang ikut menjalankan instruksi Bupati Mentawai No.420/444/BUP.2020 tentang PJJ pada satuan pendidikan 2020 dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 menerima dampak dalam prosea belajar mengajar. 

"Memang proses belajar mengajar terganggu karena Covid-19 ini memaksa kita begitu", kata Paulus Sikaraja, Kepala SMAN 1 Siberut Utara.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan sekolah, dari 450-an siswa hanya setengahnya yang memiliki telepon selular, baik dipakai sendiri maupun punya orangtua. Bagi siswa yang punya HP android dan punya akses internet mengikuti pelajaran lewat daring. Sementara siswa yang tidak punya HP android datang ke sekolah untuk menemui guru bidang studi.

Sementara di SMPN 3 Siberut Utara yang terletak di Desa Sotboyak, pilihan proses belajar mengajar yang dilakukan yaitu luring (di luar jaringan). Dimana pada hari senin semua siswa datang ke sekolah menemui guru sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Untuk pukul 07.30-08.00 WIB untuk kelas I, pukul 08.00-08.30 WIB untuk kelas II dan untuk pukul 08.30-09.00 wib untuk kelas III.

"Mereka datang untuk mengantar dan mengambil tugas pada guru bidang studi dengan menerapkan protokol Covid-19," kata Yudas Imo, Kepala SMPN 3 Siberut Utara pada Mentawaikita.com, Sabtu (24/10/2020).

Lebihlanjut dikatakan Yudas, pada waktu itu kesempatan guru untuk menyampaikan materi singkat pada siswa terkait dengan tugas yang diberikan. Diakui Yudas, ada bidang studi yang sedikit gampang penyampaiannya kepada siswa karena ada dilingkungan. Misalnya seperti pelajaran Biologi siswa bisa melakukan pengamatan dialam sekitar.

"Tapi seperti matematika agak sulit,", katanya.

Sedangkan hari Selasa hingga Sabtu, guru melakukan kontrol ke rumah siswa terkait tugas yang diberikan. Terlebih pada anak yang orangtuanya tidak bisa tulis-baca karena siswa dalam mengerjakan tugas membutuhkan pendampingan orangtua dan guru.

"Untuk guru setiap hari kumpul di sekolah dengan menerapkan protokol Covid. Pada hari Senin itu setelah siswa pulang kita melakukan evaluasi," katanya. 

BACA JUGA