Boat Bumdes Malancan Tenggelam di Pantai Pokai

Boat Bumdes Malancan Tenggelam di Pantai Pokai Boat Bumdes yang terkubur pasir di Pantai Pokai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Boat Malancan Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara bantuan dari DAK Afirmasi 2017 melalui Dinas Perhubungan Mentawai tenggelam tertimbun pasir di pantai Pokai Desa Muara Sikabaluan, tepatnya didepan Penginapan TNS (Taman Nasional Siberut). "Kejadiannya sudah dua bulan lalu", kata salah seorang pegawai di penginapan TNS.

Untuk memastikan kalau boat yang tertimbun di pantai Pokai milik Bumdes Malancan, Mentawaikita.com mencoba melakukan penggalian pada bagian kepala boat dan samping pada Rabu (14/10/2020). Ternyata bagian atap boat sudah patah dan tak ditemukan letak kerangkanya.

Menurut keterangan warga Pokai yang melihat boat Bumdes Malancan mengatakan awalnya boat dijangkarkan seseorang di laut sekitar 30 meter dari bibir pantai. Namun karena tidak ada yang melihat, saat terjadi angin kencang boat terbawa ke darat dan tertimbun pasir pantai saat pasang naik air laut.

"Anehnya dari pihak desa tidak ada yang datang untuk menyelamatkan hingga tertimbun begini", kata Ishak salah seorang warga Pokai pada Mentawaikita.com, Jumat (23/10/2020).

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Mentawai, Tohap Martua Nababan saat dikonfirmasi terkait aset negara yang tidak termanfaatkan dan dibiarkan rusak mengatakan boat bumdes tersebut sudah diserahkan ke Bumdes Malancan untuk menjadi aset Bumdes Malancan. "Itu menjadi tanggungjawab pengurus Bumdes dan desa karena Dinas Perhubungan hanya pengadaan barang sesuai dengan proposal bumdes,” katanya pada Mentawaikita.com.

Lebihlanjut dikatakan Plt. Kadis Perhubungan, melihat aset Bumdes yang tidak termanfaatkan dan dibiarkan terbengkalai menjadi bahan evaluasi bagi dinas terkait permohonan dan proposal berikutnya. "Untuk proposal berikutnya menjadi evaluasi kita dan ini kita sampaikan pada bidang sarana dan prasarana di Dishub Mentawai,” katanya.

Boat Bumdes Malancan merupakan bantuan dari DAK Afirmasi 2017 dan diserahkan ke Desa Malancan pada 2018. Setelah diserahkan ke Desa Malancan, oleh oknum masyarakat setempat mencuri kap mesin dan baling-baling. Pelaku pencurian sudah ditangkap dan sudah menjalani pidana kurungan.

Sejak diserahkan ke Bumdes Malancan melalui pemerintah Desa Malancan, boat tersebut tak digunakan. Pada 2018 boat tertambat di tambatan perahu bekas logpon perusahaan kayu di Malancan. Pada 2019 ditarik dan ditambatkan di sekitar pohon bakau yang ada di pelabuhan pokai hingga akhirnya ditarik dan tertimbun pasir pantai di pantai pokai.

Terkait tertimbun dan rusaknya boat Bumdes Malancan, baik dari pemerintah desa dan pengurus Bumdes Malancan tidak ada yang mau memberikan keterangan. 


BACA JUGA