Tersangka Pencabulan Anak di Saibi Ditahan di Mapolres Mentawai

Tersangka Pencabulan Anak di Saibi Ditahan di Mapolres Mentawai Ilutrasi tahanan

TUAPEIJAT-FS (30) tersangka pelaku pencabulan terhadap anak perempuan berusia 12 tahun di Saibi, Kecamatan, Siberut Tengah awal Oktober 2020 lalu sudah  dibawa dari Polsek Siberut dan ditahan di Polres Kepulauan Mentawai

Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai, Iptu Irmon, menjelaskan kasus tersebut langsung ditangani Polsek Siberut.

"Dua hari setelah Lp (Laporan) diterbitkan tersangka kemudian diamankan dan sekarang sudah ditahan di sel tahanan Polres Kepulauan Mentawai," kata Iptu Irmon.

Perkembangan penanganan kasus tersebut kata Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai dalam proses pengiriman berkas ke kejaksaan. "Sudah proses pengiriman berkas ke kejaksaan," katanya Iptu Irmon kepada MentawaiKita.com, Rabu, (21/10/2020).

Atas perbuatannya tersangka tersebut yang dijerat pidana pasal 81 Ayat (1) jo pasa 82 Ayat ( 1 ) UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Diberitakan sebelumnya bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, (30/10/2020), korban keluar rumah bersama temannya pukul 19.30 WIB, saat sedang berjalan tiba tiba datang pelaku dua orang menggunakan sepeda motor mio putih membawa korban secara paksa ke sebuah tempat bernama Simakoromikit Monga, Dusun Pangasaat.

Alasan pelaku kepada korban dibawa dulu nanti antar lagi pukul 22.00 WIB. Tiba di Simakoromimit Monga pelaku melakukan tindakan pencabulan terhadap korban disertai persetubuhan.

Ada ancaman yang dari keterangan korban kepada keluarganya bahwa sebelum mendapatkan tindakan pencabulan disertai persetubuhan tersebut jika tidak menuruti kemauan pelaku diancam dibakar dengan, dipukul dengan kayu, dan diancam dibuang disungai pada waktu itu.

Korban baru dipulangkan saat itu pada pukul 04.00 WIB dini hari namun bukan di rumah korban melainkan di salah satu asrama atau kos kosan anak sekolah. Lalu pagi-pagi nenek korban mencarinya dan ditemukan di salah satu kos anak sekolah, kondisi korban dalam keadaan masih trauma dan diperiksa kesehatannya ke Puskesmas Saibi Samukop.

Setelah diperiksa dokter bahwa anak tersebut mengalami tindakan kekerasan seksual, kemudian pihak keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Siberut menggunakan transportasi boat yang berada di Siberut Selatan. 


BACA JUGA