Polisi Masih Berupaya Ungkap Identitas Kerangka Manusia yang Ditemukan di Tuapeijat

Polisi Masih Berupaya Ungkap Identitas Kerangka Manusia yang Ditemukan di Tuapeijat Pakaian yang membungkus tubuh korban tanpa identitas yang ditemukan di Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai. (Foto: Dokumentasi Iptu Irmon)

TUAPEIJAT-Misteri penemuan kerangka manusia tanpa identitas di daerah perladangan Kilometer 4, Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Sabtu, (17/10/2020) belum bisa diungkap. Kepolisian Resor Mentawai hingga kini belum diketahui identitasnya.

Polisi masih berupaya mencari pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya melalui bintara pembina yang ada di daerah apakah ada warga mereka atau anggota keluarga mereka yang tidak pulang sekian hari.

Pentingnya mengetahui anggota keluarga dari jenazah yang ditemukan beberapa waktu lalu yang sudah menjadi kerangka manusia tersebut untuk mencari data pembanding.

“Kita sedang berupaya mencari informasi melalui babin kita di daerah apakah ada warga mereka atau anggota keluarga mereka yang tidak pulang sekian hari, kita tetap mencari tahu siapa mister x ini, setelah kita tahu kita baru lakukan tracing terkait penyebab kematiannya,” kata Iptu Irmon, Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai.

Beberapa hari ditemukannya kerangka manusia sekira 300 meter dari sebuah usaha rumah makan hingga kini belum ada informasi yang diterima adanya pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Banyak informasi di kalangan masyarakat di Tuapeijat khususnya, bahwa kerangka manusia tersebut diduga bukan warga Mentawai namun diduga dari luar Mentawai, alasannya selama beberapa bulan terakhir tidak ada informasi dari pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya di Tuapeijat atau pun di Mentawai.

Kasatreskrim Polres Kepulauan Mentawai, Iptu Irmon, mengatakan kendala kepolisian paling utama belum mengetahui identitasnya, jika diambil sampel DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) harus ada pembandingnya atau data primer dengan keluarganya, tapi kalau tidak ada sama siapa kita bandingkan harus mengetahui keluarganya,” katanya.

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA ini kemudian yang menentukan jenis rambut, warna kulit, dan sifat-sifat khusus manusia. 

Setiap orang memiliki DNA yang unik. DNA adalah materi genetik yang membawa informasi yang bisa diturunkan. Di dalam sel manusia, DNA bisa ditemukan di dalam inti sel dan di dalam mitokondria. 

Beberapa data sekunder yang ditemukan di lokasi kejadian yang melekat dan berada di dekat kerangka yang ditemukan yakni jaket jenis sweater warna hitam merk ‘Notre Dame’, celana jeans, ikat pinggang, sandal merk swallow, dan selimut warna putih motif garis kuning dan bergambar bunga.

Saat ditemukan kerangka tersebut langsung dibawa ke RSUD Mentawai untuk kepentingan visum. Namun dengan keterbatasan alat yang dimiliki untuk mengidentifikasi identitas dari kerangka manusia tersebut pihak RSUD Mentawai pada Senin, (20/10/2020) telah menyerahkannya untuk langsung ditangani pihak kepolisian oleh dokter forensik.

Dokter Budi yang menangani atau melakukan visum di RSUD Mentawai mengatakan sudah melakukan pemeriksaan jenazah, dia menjelaskan kesulitahan melakukan visum terhadap jenazah yang kondisi tubuhnya sudah tidak utuh karena di rumah sakit tidak punya dokter forensik.

“Itu kan jenazah yang sudah hancur kasusnya juga lebih rumit yang mengharuskan dokter forensik yang memeriksanya, kita hanya visum luar saja yang tampak yang tidak terlau mendetil, seperti contoh jenis kelamin kita tidak bisa menyimpulkan tidak ada data-data yang bisa kita pastikan kerena kondisinya tidak memungkinan, dan membutuhkan alat yang lebih lengkap,” kata dr. Budi kepada MentawaiKita pada Senin, (19/10/2020).

Melihat secara kasat mata, kata dr. Budi, bisa saja diduga atau disimpulkan sendiri namun tidak bisa menjadi dasar sehingga dasar memberikan keterangan akurat sangat terbatas. “Biasanya permintaan visum dari kepolisian sudah ada datanya, kita tinggal mendeskripsikan apa yang dialaminya ini beda dan tidak dikenal sama sekali dan itu kan hancur, ini harus ditangani dokter forensik,” katanya.

Forensik adalah cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan penerapan fakta-fakta medis pada masalah-masalah hukum; ilmu bedah yang berkaitan dengan penentuan identitas mayat seseorang yang ada kaitannya dengan kehakiman dan peradilan.

Dijelaskan Iptu Irmon kemarin, untuk penanganan lebih lanjut masih akan koordinasi dengan pimpinannya (Kapolres) apakah akan mendatangkan dokter forensik ke Mentawai atau pilihan lain kerangka dibawa ke Bhayangkara Padang. “Kita masih menunggu petunjuk dari pimpinan tentang langkah yang akan diambil,” kata Iptu Irmon. 

BACA JUGA