Satu Unit Ruko Terbakar di Tuapeijat

Satu Unit Ruko Terbakar di Tuapeijat Peritiwa kebakaran Ruko di Kilometer 5, Tuapeijat, Sipora Utara

TUAPEIJAT-Satu unit ruko (Rumah Toko) di daerah Kilometer 5, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai terbakar pada Minggu malam, (18/10/2020) sekira pukul 22.05 WIB.

Dalam satu unit ruko tersebut terdapat dua tempat usaha terpisah yakni usaha reparasi kendaraan bermotor atau bengkel dan sebuah usaha layanan jasa pengiriman paket atau barang dari dan ke luar Mentawai. Semua isi barang yang ada dalam ruko tersebut habis terbakar tanpa sisa.

Olamsi Madiera Sihombing (38), seorang warga sekitar Kilometer 5, yang tinggal dekat lokasi kejadian menceritakan ketika terjadi kebakaran, awalnya melihat api muncul dari depan ruko bagian atas tepatnya pada bagian kanopi ruko, kemudian api itu kata dia menjalar ke bawah pada badan sepeda motor yang sedang parkir di teras ruko tersebut.

Api makin membesar dan masuk ke dalam ruko dan kata dia sempat terdengar bunyi ledakan dari dalam ruko tersebut.

Dari dalam ruko yang masih tertutup terali baja tampak api makin membesar dan menghanguskan segala isi ruangan ruko, dimana dalam ruko tersebut banyak bahan muda terbakar seperti oli, spare part kendaraan dan bahan lain yang mudah tersebar.

Olamsi menduga penyebab kebakaran karena arus pendek. “Dugaan sementara arus pendek, karena kalau kita lihat tidak aktivitas dalam bengkel karena hari libur,” kata Olamsi.

Dinas Pol PP dan Damkar bersama BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai berupaya memadamkan api. Terlihat para petugas kewalahan memadamkan api kerena armada damkar yang disediakan Pemda Mentawai yang digunakan hanya satu unit sehingga harus ke lokasi sumber air untuk lagi untuk mengisi tangki air pemadam.

Armada damkar yang disediakan pemerintah hanya satu unit mengakibatkan air terputus, dan diisi lagi sementara kebakaran terus berlangsung dan api makin membesar dan melebar. Tak hanya keterbatasan armada yang minim, peralatan petugas sebagai alat keselamatan dalam pemadaman sangat minim. Bahkan petugas memindahkan puing bangunan yang sudah terbakar tanpa alat tangan dan keamanan. 

Dengan keterbatasan armada yang diandalkan pada kegiatan pemadaman, di lokasi juga tampak masyarakat yang bergotong royong membantu memindahkan barang yang mudah terbakar mengindari kebakaran meluas dan ada sebagai warga yang tampak sibuk mengabadikan peristiwa kebakaran tersebut di lokasi.

Belum diketahui penyebab kebakaran dan polisi juga sedang melakukan penyelidikan guna memastikan penyebat kebakaran, dari peristiwa tersebut tak tak ada laporan korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 


BACA JUGA