Tersangka Pemerkosa Bocah di Mapinang Dibekuk Polisi dan Seorang Lagi Buron

Tersangka Pemerkosa Bocah di Mapinang Dibekuk Polisi dan Seorang Lagi Buron Tersangka pemerkosa bocah berinisial RS (dua dari kiri) diperiksa di kantor Polsek Sikakap (Foto : Supri/MentawaiKita)

SIKAKAP—RS (39), warga Dusun Mapinang Utara, Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai tersangka pemerkosa seorang bocah berinisial ES (13) dibekuk anggota Polsek Sikakap pada Kamis (14/10/2020). Sementara tersangka lain berinisial LT berhasil melarikan diri.

Menurut keterangan Kapolsek Sikakap, AKP Tirto Edhi melalui Kanit Reskrim Polsek Sikakap Bripka Martha Pratama, seorang tersangka berinisial RS telah dibekuk polisi pada 14 Oktober 2020 sementara LT berhasil kabur.

Martha Pratama mengatakan, tersangka dijemput pada Rabu (14/10/2020) sekitar pukul 23.00 WIB namun hanya berhasil menangkap RS, LT berhasil melarikan diri dan saat ini sedang diburu polisi. 

“Waktu penjemputan yang dilakukan oleh anggota Polsek Sikakap Rabu 14 Oktober sekitar pukul 23.00 WIB hanya  bisa mengamankan RS sementara LT melarikan diri dan masih tahap pencarian, karena LT sebelum dilaporkan sudah tidak berada di Dusun Mapinang Utara,” katanya, Jumat (16/10/2020).


Martha Pratama menyebutkan korban ES (13) masih duduk di kelas V salah satu SD di Mentawai. Kejadian ini dilaporkan oleh Kepala Dusun Mapinang Utara, Mandagi Saogo Rabu (14/10/2020) yang diterima Polsek Sikakap berdasarkan  laporan polisi : LP no 30/K/X/2020 tertanggal 14 Oktober.

Menurut kronologis yang disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Sikakap, kejadian berawal saat LT ke rumah ES Sabtu (3/10/2020) siang hari. Waktu itu kakek ES sedang memotong pinang di teras rumahnya. Tiba-tiba LT datang dan langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan ES di depan pintu kamar Sikakek. LT langsung menggerayangi tubuh korban dan menjalankan aksi bejatnya terhadap ES. 

Setelah puas LT keluar lagi dan bertemu dengan Sikakek. Kakek ES langsung bertanya kepada LT apa yang telah diperbuat terhadap cucunya. LT langsung mengakui perbuatannya dan minta supaya kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

Tapi kakek ES tidak mau menerima permintaan LT, perbuatan LT langsung disampaikan kepada majelis gereja Minggu (4/10/2020) dan majelis Sidang Gereja langsung memanggil dan menyidang LT dalam sidang itu LT mengakui perbuatannya.

LT mengatakan bahwa tidak dia saja yang melakukan pencabulan terhadap ES bahkan RS juga pernah melakukannya, berdasarkan pengakuan itu maka Kepala Dusun Mapinang Utara Pak Mandagi langsung melaporkan kejadian itu Rabu (14/10/2020).

Bripka Martha Pratama mengatakan atas perbuatannya tersangka diancam pidana  menurut Pasal 82 ayat (1) dan Pasal 81 ayat (2)  Undang-undang RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI  No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara.


BACA JUGA