Warga Mapinang Nikmati Air Bersih Pamsimas

Warga Mapinang Nikmati Air Bersih Pamsimas Warga Mapinang, Desa Sikakap menikmati air bersih dari program Pamsimas (Foto : Leo/MentawaiKita)

MAPINANG- Sebanyak 26 rumah di Dusun Mapinang, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai telah mendapat air bersih dari program Air Minum dan Sanitasi (Pamsimas) pada tahun ini.

Tarmizi Samaloisa, Kordinator Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Dusun Mapinang Desa Sikakap Kecamatan Sikakap, mengatakan sebanyak 26 rumah sudah dapat air bersih dari Pamsimas setiap rumah ada titik kran di depan rumah.

Warga, kata Tarmizi Samaloisa, tidak lagi kesulitan mendapat air bersih. Sebelum ada pamsimas, warga Mapinang mengandalkan air bersih dari sungai kecil yang berjarak 300 meter dari pemukiman.

“Saat hujan, lanjut dia, sungai tersebut menjadi keruh dan pada kemarau panjang menjadi kering. Sebagian lagi memakai air sumur, adanya pamsimas di tiap rumah membuat warga sangat senang dan terbantu,” kata Tarmizi Samaloisa kepada MentawaiKita.com, Rabu (14/10/2020).

Berdasarkan kontrak kerja pembangunan pamsimas tersebut terhitung 1 Agustus-2 November 2020.

“Kami ngebut kerja agar air cepat mengalir dan dapat dinikmati warga saat ini pekerjaan  sudah 100 persen,” ujarnya.

Sumber air dari pamsimas diambil dari hulu sungai Mabolak sejauh 2.600 meter  dari pemukiman warga. Sumber air tersebut sama dengan sumber air pamsimas di Dusun Mabolak.

“Tahun yang  lalu  kemarau panjang sekira 6 bulan, di hulu air Mabolak tidak kering kebutuhan air bersih dapat terpenuhi  untuk dua dusun,” jelasnya.

Afrinaldo Putra, fasilitator pemberdayaan Pamsimas Kabupaten Kepulauan Mentawai mengatakan, ada 4 titik Pamsimas reguler dan satu titik Hibah Khusus Pamsimas (HKP) yang dibangun tahun ini  yaitu di Dusun Mapinang Rp210 juta ditambah 20 persen swadaya dan 10 persen dari Anggaran Dana Desa (ADD). 

Kemudian di Sikakap Barat dengan anggaran Rp245 juta ditambah swadaya masyarakat 20 persen dan ADD 10 persen. Di Sikakap Timur Rp259 juta ditambah swadaya masyarakat 20 persen ADD 10 persen.

Lalu di Dusun Matotonan Desa Sinaka Kecamatan Pagai Selatan dengan anggaran Rp175 juta swadaya masyarakat 20 persen dan 10 persen ADD. Sementara HKP di Dusun Mangka Baga terserap anggaran Rp120 juta.

 Afrinaldo Putra  menyebutkan sejak 2014 hingga 2020 sudah 82 titik Pamsimas yang dibangun di Mentawai meliputi 10 Kecamatan tersebar di 43 desa.

Sumber anggaran pembangunan berasal dari APBN dan APBD Mentawai. Tahun depan (2021) telah diusulkan proyek reguler untuk Dusun Pasibbuat Desa Taikako  dan ada sekira 10 titik lagi usulan HKP dan Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP).

"Tapi belum bisa kita pastikan lokasinya ditunggu saja tahun depan mudah-mudahan terealisasi," ujarnya.

Sementara Hendra Riko, fasilitatotor teknik Pamsimas Kabupaten Kepulauan Mentawai, menyebutkan tahun ini ada 4 titik Pamsimas reguler di dua Kecamatan yakni Sikakap dan Kecamatan Pagai Selatan.

Pamsimas Reguler dan HKP progres kerjanya  di Sikakap Timur 85 persen, Sikakap Barat 90 persen, Matotonan 85 persen, Mapinang dan Mangka Baga sudah 100 persen.

“Selain di Pagai Selatan dan Sikakap, ada juga bersamaan tahun ini dibangun Pamsimas, yaitu di Siberut Barat Desa Simatalu di Bojo, Limu dan Saikoat dan di Nemnem Leleu Kecamatan Sipora Selatan,” katanya.


BACA JUGA