Dana 11 Kegiatan Fisik Dana Desa Sikakap Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

Dana 11 Kegiatan Fisik Dana Desa Sikakap Dialihkan untuk Penanganan Covid19 Elbinodi Purba, Kaur Perencanaan Pembangunan Desa Sikakap sedang menunjukkan kegiatan yang terpaksa dialihkan dananya akibat Covid-19. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Pemerintah Desa Sikakap Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai hanya melaksanakan empat kegiatan fisik dari APBDes tahun ini dengan total dana Rp506,625 juta. Sementara sebagian dana lainnya dialihkan penggunaannya untuk penanganan dan pencegahan  Covid-19.

Elbinodi Purba, Kaur Perencanaan Pembangunan Desa Sikakap mengatakan, empat kegiatan fisik yang dikerjakan tahun ini yakni jalan ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Dusun Mapinang senilai Rp192.800.200, pembangunan jalan rabat beton Dusun Seay Lama senilai Rp89.250.000, pembangunan jalan rabat beton Dusun Bakat Monga senilai Rp61.970.000, dan pembangunan drainase Dusun Berkat Baru senilai Rp162.605.000. Total dana empat kegiatan fisik tersebut sebesar Rp 506.625.200.

Menurut dia, jumlah kegiatan fisik tahun ini 16, sebanyak 11 kegiatan dialihkan dananya untuk penanganan Covid-19. Kegiatan fisik yang dialihkan dananya yakni pembangunan gedung posyandu Dusun Sikakap Tengah Rp90.306.000, peningkatan jalan rabat beton Dusun HVA Rp52.115.000, peningkatan jalan rabat beton Dusun Sibaibai Rp63.375.000, pembangunan jalan rabat beton dan drainase Dusun Sikakap Barat Rp55.310.000.

Lalu peningkatan jalan rabat beton Dusun Sikakap Timur Rp47.735.000, pembangunan jalan rabat beton Dusun Pinatektek Rp61.970.000, pembangunan Drainase Dusun Sikakap Timur Rp30.220.000, pembangunan drainase Dusun Seay Baru Rp17.535.000, dan pembangunan gedung serbaguna Dusun Berkat Lama Rp193.219.000. Sementara untuk BLT tahap satu jumlah penerima sebanyak 310 KK, besar dana yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rp600 ribu per bulan dibayarkan selama tiga bulan yakni April sampai Juni.

Dana tersebut sudah dibayarkan kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) besarnya Rp1,8 juta untuk jangka tiga bulan. Sementara BLT tahap desa diperpanjang mulai Juli sampai Desember belum dibayarkan lagi menunggu Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) besar dananya Rp300 ribu per bulan, tapi aturannya berbeda, khusus untuk BLT Juli sampai Desember bantuan diberikan kepada yang sakit menahun.

Khusus untuk BLT Juli sampai Desember, Pemerintah Desa Sikakap sedang melakukan verifikasi data sebab jumlah penerima BLT DD tahap dua bisa jadi tidak sama dengan penerima BLT DD tahap satu, katanya menambahkan.

‘’Selain dana fisik ada juga dana-dana lain terpaksa harus dialihkan untuk Covid-19 seperti dana Bumdes dan sub bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga, serta pelatihan dan penyuluhan perlindungan anak," katanya.

Sementara Kepala Desa Sikakap San Andi Iklas mengatakan, tahun ini ada dana ADD Rp1,7 miliar yang rencananya digunakan untuk bidang pendidikan empat kegiatan, kesehatan enam kegiatan, pekerjaan umum dan penataan ruang pembangunan, rehabilitasi ,peningkatan, dan pengerasan jalan 12 kegiatan, serta kawasan pemukiman lima kegiatan.

Total Dana Desa Sikakap Rp3,325 miliar yang bersumber dari APBN sebesar Rp1,6 miliar, APBD Rp1,6 miliar, bagi hasil pajak dan retribusi Rp71,2 juta. “Akibat Covid-19 banyak kegiatan yang harus dihilangkan dan dananya dialihkan untuk kegiatan Covid-19, seperti membuat posko Covid-19 tingkat desa, pengadaan APD dan lainnya, berapa besar dana diperuntukkan untuk kegiatan Covid-19 masih dihitung-hitung, selain itu ada juga dana untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT)," katanya.

 

 

BACA JUGA