Hasil Musyarawah, Suku Sirisurat/Sakailoat Pemilik Sah Tanah di Sibongbong Loingak Malancan

Hasil Musyarawah Suku SirisuratSakailoat Pemilik Sah Tanah di Sibongbong Loingak Malancan Penandatanganan hasil musyawarah sengketa tanah di Malancan. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Suku Sirisurat/Sakailoat dari Desa Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah  dinyatakan sah sebagai pemilik tanah di Malancan (Sibongbong Loingak) Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara dalam gelar perkara tingkat kecamatan yang dilaksanakan pada Senin (12/10/2020) di aula Kantor Desa Malancan Kecamatan Siberut Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.

 Dalam berita acara penyelesaian sengketa ranji Suku Sirisurat/Sakailoat dengan Bujeat Sabattilat Cs dijelaskan bahwa dari pernyataan dan penyampaian dari ranji pihak Suku Sirisurat/Sakailoat dengan Sabattilat beserta sejarah susunan perjalanan suku nenek moyang dan keturunannya beserta surat-surat yang ada, maka hasil musyawarah menyatakan bahwa keputusan diambil merujuk pada keputusan sebelumnya yaitu keputusan pada 20 Oktober 2004 dimana pemenangnya adalah Boyak Lius Sirisurat Cs.

Berita acara penyelesaian sengketa antara Boyak Lius Sirisurat Cs dengan Bujeat Sabattilat Cs hanya ditandatangani pihak Boyak Lius Sirisurat, diantaranya Boyak Lius Sirisurat, Pernando Sirisurat dan Arsenius Sirisurat serta saksi dari Sirisurat yaitu Sertius Sagaragara dan Israel Saguruk. Sementara pihak Bujeat Sabattilat menolak dan tidak mau menandatangani termasuk saksi yang mereka hadirkan.

Pihak yang tidak mau menandatangani diantaranya Mose Sabattilat, Aloysius Sabattilat, Bujeat Sabattilat, Valentinus Sabattilat bersama saksi yang mereka hadirkan yaitu Jonatan Sabeleake. Surat tersebut ikut ditandatangani Kepala Desa Malancan, Jalimin, Kepala Desa Saibi, Binsar Saririkka, mewakili Polsek Sikabaluan Brigadir Jumelius Saogo selaku Bhabinkantibmas Malancan dan mengetahui Camat Siberut Utara, Agustinus Sab.

"Perkara ini sudah diputuskan dan Boyak Lius Sirisurat Cs sebagai pemenang. Kalau ada gangguan silahkan laporkan pada pihak kepolisian," kata Camat Siberut Utara, Agustinus Sab selaku pemimpin musyawarah sengketa pada Senin (12/10/2020).

Berdasarkan gelar perkara yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2004 sebagai salah satu dasar rujukan dari putusan perkara yang digelar di tingkat kecamatan, dimana suku yang bersengketa pada waktu itu adalah Suku Sirisurat, Suku Salakkau dan Suku Satokkok.

Dalam pertimbangan di dalam berita acara disebutkan bahwa ranji yang dibuat oleh Suku Sirisurat betul dengan penjelasan dari Tiur Taolata Satokkok. Dalam putusan perkaranya dimana dengan bukti-bukti secara tertulis maupun dari saksi-saksi atau penjelasan bahwa tanah/lahan yang dipersengketakan jatuh ketangan Suku Sirisurat.

Mewakili Suku Sirisurat yaitu Boyak Lius, mewakili Suku Satokkok Tiur Taolata dan mewakili Suku Salakkau Saman Riyadi. Saksi-saksi diantaranya Michael, Monang, Andom, Rapit dan Jairus, serta diketahui camat Siberut Utara Elisa.

Dengan adanya putusan tingkat kecamatan, Camat Siberut Utara Agustinus Sab meminta kepada pihak Sirisurat/Sakailoat selaku pihak pemenang atas sengketa tanah di Sibongbong Loingak (Malancan) untuk tetap memegang surat pernyataan suku yang menyatakan bahwa pembangunan di Malancan yang menggunakan material lokal untuk bangunan pribadi masyarakat tidak memungut fee, terkecuali bangunan pemerintah dan pembangunan lainnya.

"Mari kita jaga Malancan ini dengan baik," katanya.

Gelar perkara tingkat kecamatan ini terpaksa digelar di aula Desa Malancan karena pihak Bujeat Sabattilat Cs dan pihak dari Malancan tiga kali diundang oleh pihak kecamatan secara tertulis tidak hadir dan menginginkan gelar perkara dilaksanakan di Malancan.

Guna terlaksananya gelar parkara, pihak kecamatan melaksanakan musyawarah gelar perkara di Malancan yang dihadiri pihak Boyak Lius Sirisurat Cs bersama saksi suku, dari pihak Bujeat Sabattilat Cs bersama saksi suku serta masyarakat Malancan. 

BACA JUGA