Wabup Mentawai Minta Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan Lokal untuk Hadapi Dampak Covid-19

Wabup Mentawai Minta Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan Lokal untuk Hadapi Dampak Covid19 Kortanius Sabeleake, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai sedang memberikan arahan kepada warga Sikakap supaya memperkuat ketahanan pangan lokal. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake meminta masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dalam menghadapi dampak ekonomi dan krisis pangan akibat pandemi Covid-19.

"Melihat peningkatan kasus Covid-19 di Padang dan sekitarnya bisa jadi nanti para pedagang yang datang dari Padang ke Mentawai merasa takut datang ke Mentawai, untuk itu mari kita perkuat ketahanan pangan lokal, kalau tidak ada lagi pedagang dari Padang datang ke Mentawai, kita warga Mentawai tidak kekurangan makanan disebabkan stok pangan lokal di Mentawai banyak," kata Kortanius Sabeleake dalam acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Sumatera Barat tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), di aula pertemuan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Sikakap, Jumat (25/9/2020). 

Menurut Wabup, sekarang ini temuan kasus Covid-19 di Sumatera Barat sudah di atas 100 orang setiap harinya. Hal ini harus diwaspadai dan diantisipasi terutama dampak yang akan dihadapi masyarakat.

Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki banyak hasil pertaniannya seperti pisang, keladi, sagu dan padi juga bisa ditanam di Mentawai, sekarang tinggal lagi bagaimana strategi kita supaya pangan lokal tersebut dapat diolah menjadi makanan. Pisang bisa diolah menjadi tepung pisang, bisa diolah menjadi makanan seperti buat subbet, digabung dengan keladi enak,” katanya.

Selain hasil pertanian, Kepulauan Mentawai juga memiliki hasil laut melimpah dan itu harus dimaksimalkan sebagai sumber protein masyarakat. "Bantuan sudah banyak disalurkan kepada kelompok masyarakat pertanian tapi banyak yang tidak terkelola dengan baik, seperti bantuan sapi, sapinya banyak yang dijual sebelum berkembang biak, bantuan huller juga tidak terkelola maksimal, untuk itu mari kita bekerjasama supaya pangan lokal dapat dikelola dengan baik, kalau tidak ada lagi pedangang dari Padang datang ke Mentawai kita tidak kekurangan stok makanan," katanya.

BACA JUGA