Polisi Bekuk  3 Tersangka di Siberut, Hasil Curian Jutaan Rupiah Dipakai Beli Ganja dan Sabu 

Polisi Bekuk  3 Tersangka di Siberut Hasil Curian Jutaan Rupiah Dipakai Beli Ganja dan Sabu  Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Mu'at (dua dari kiri) bersama Kapolsek Siberut Iptu Ronnal Yandra (kiri), Wakapolres Kompol Maman Rosadi (dua dari kanan) Kasat Narkoba Iptu Edi Surya (kanan) menunjukkan barang bukti narkoba. (Foto: Patris/Mentawaikita)

TUAPEIJAT-Tiga tersangka kasus narkoba AR (20), E (19), AAD (34) ditangkap Polsek Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Selasa, (15/9/2020). Dari tangan tersangka polisi sita barang bukti berupa 2 kantong plastik dilapisi lakban berukuran paket besar dan paket sedang berisi daun dan biji tanaman ganja kering, berat total sekira1,5 kilogram dengan nilai uang Rp5 juta.

Barang bukti lain yang berhasil diamankan polisi satu bungkus paket kecil yang terbungkus plastik klip berisi butiran bentuk kristal-kristal bening diduga narkotika jenis sabu, telepon seluler, tas ransel hitam, 7 buah kertas vapir yang biasa digunakan linting tembakau. Barang bukti (sabu dan ganja) keseluruhannya milik E diketahui seorang pelajar dan AR pegawai swasta yang merupakan residivis kasus curanmor pada 2019.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, peristiwa tersebut bermula ketika personil Unit Reskrim Polsek Siberut sedang melakukan penyelidikan perkara pencurian uang milik seorang warga Maileppet senilai Rp11 juta. Peristiwa kehilangan terjadi pada Jumat, (11/9/2020) di dalam sebuah tas yang terletak di meja kedai korban sekaligus pelapor.

Pada proses pencarian pelaku pencurian tersebut dicurigai dalah AR, dimana pelaku tersebut tak lagi berada di Siberut Selatan dan diketahui sudah berada di Padang. Pada Selasa, (15/9/2020) polisi memperoleh informasi bahwa pelaku berangkat dari Padang menuju Siberut menggunakan kapal cepat.

Tiba di dermaga Maileppet pelaku langsung dipanggil kemudian dibawa dan diinterogasi personil Unit Reskrim Polsek Siberut sehubungan dengan perkara peristiwa pencurian, namun pada saat itu polisi belum mendapatkan bukti kuat terkait perkara pencurian yang mengarah pada pelaku AR.

Pada saat yang bersamaan, pelaku menerima telepon dari seseorang, polisi yang merasa curiga isi pembicaraan pelaku kemudian meminta pelaku menghidupkan speaker teleponnya agar terdengar jelas pembicaraan mereka. Terdengar isi pembicaraan dari penelpon kepada pelaku ‘dima barang tu diak, alah tibo kan’ (dimana barang itu dek, sudah datangkan?).

Curiga dengan pembicaraan itu polisi kemudian memastikan terkait barang yang dicurigai dari komunikasi tersangka. AR tak bisa lagi mengelak pada saat itu dan mengakui dan terungkap barang tersebut adalah narkoba jenis ganja yang dibeli pelaku dari Padang.

Narkoba tersebut dijelaskan tersangka AR berada ditangan rekannya E yang masih satu kapal dengan dia pada waktu itu. E adalah seorang pelajar dan tinggal di sebuah asrama di Dusun Sakkelo, Desa Muara Siberut. Diketahui narkoba tersebut berada ditangan E, polisi langsung menuju tempat tinggal pelaku melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap E. Dari tangan tersangka E semua barang bukti tersebut disita polisi yang berada dalam sebuah tas ransel hitam.

Kemudian polisi melakukan interogasi untuk penyelidikan dan pengembangan kasus ini, diketahui sebelum E ditangkap dan digeledah mengaku seorang tersangka AAD datang mengambil satu plastik sedang berisi paket ganja dan paket sabu. Dari keterangan tersangka E tersebut polisi memburu tersangka AAD dan ditangkap di sekitar Muara Siberut dan langsung di bawa ke Mapolsek Siberut.


Keterangan AAD kepada polisi, barang yang diambil dari tersangka E tersebut disimpan di rumah temannya SH panggilan Kancang di Dusun Muara tanpa sepengetahuan SH kemudian polisi membawa pelaku dan barang bukti ke Mapolsek untuk proses hukum lebih lanjut.

Polisi kemudian memperdalam soal kasus pencurian yang terjadi Maileppet dan mengaitkan keterikatan para pelaku tersangka narkoba. Saat polisi interogasi terhadap AAD, sebelumnya AR dan E tepat pada pada Jumat, (11/9/2020) malam mendatangi AAD di rumahnya, mereka memperlihatkan uang sebanyak Rp 10 juta.

Rencanyanya kedua tersangka AR dan E akan akan membeli ganja kepada tersangka AAD dan sekaligus meminta nomor penjual ganja dan sabu. Kemudian  AAD memberikan nomor bandar narkoba di Padang kepada kedua pelaku AR dan E. dari interogasi tersebut barulah terungkap uang yang diperoleh AR dan E adalah hasil curian dari sebuah kedai yang ada di Desa Maileppet.

Kapolres Kepulauan  Mentawai, AKBP Mu’at mengatakan ketiga tersangka tersebut bersama-sama menguasai, memiliki narkoba yang telah disita polisi. "Ini yang diungkap Polsek Siberut, termasuk agak besar selama mengungkap ganja ini, kita masih kembangkan peredaran narkotika di Siberut dan sekitarnya," katanya.

“Pelaku dijerat pasal 111 ayat (1) atas kepemilikan narkotika golongan I yang melebihi 1 kilogram dengan ancaman pidana penjara 5 tahun, paling lama seumur hidup,” kata saat konpres di Mapolres pada Kamis, (24/9/2020).

Tak hanya pasal kepemilikan, tiga tersangka juga dijerat pasal 112 ayat (1) kepemilikan sabu, pasal 114 ayat (1) karena menawarkan untuk dijual, menjual membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkanb narkotika golongan I, kemudian pasal 127 ayat (1) karena tersangka pernah melakukan perbuatan sama sebelumnya.

Ditambahkan Iptu Ronnal Yandra, Kapolsek Siberut mengatakan awalnya personil Unit Reskrim Polsek Siberut hanya menyelidiki kasus pencurian di Desa Maileppet namun ada petunjuk lain ternyata ada permasalahan baru lagi yakni adanya penitipan barang jenis narkoba di kapal cepat.

“Dikembangkan kasus tersebut ternyata dia membawa barang jenis ganja bersama dengan sabu, kami lacak temannya dan kami lakukan pengejaran dan kami temukan ganja dan kami amankan, dikembangkan lagi kita dapatkan barang bukti ,”kata Iptu Yandra. 

Yandra, bahwa barang tersebut dibeli dari uang hasil curian. “Setelah kami kembangkan dia membeli barang ini dari uang hasil curian dan di sini ada dua kasus pencurian dan kasus narkoba,” kata Iptu Yandra.


BACA JUGA