Kelompok Sinaki Panen Padi Sawah

Kelompok Sinaki Panen Padi Sawah Warga sedang menjemur padi hasil panen. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Juni Ardi Sakelakasak, salah seorang masyarakat Malancan Kecamatan Siberut Utara yang ikut bertanam padi sawah di Sinaki mengaku puas dari hasil panen padi sawah kali ini meski tanpa didampingi oleh PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perkebunan Mentawai.

"Hasilnya lumayan juga," katanya pada Mentawaikita.com

Lebihlanjut dikatakan Ardi, hasil panen padi sawah dari hasil penanaman April dan Mei lalu sudah menghasilkan 700 kg. Ada yang dijual dan ada yang untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Untuk penjualan beras di sekitar Malancan Rp11 ribu per kg dan diluar Malancan Rp12 ribu per kg.

"Ada yang dijual dan ada yang untuk kebutuhan keluarga," katanya.

Dikatakan Juniardi, meski tanpa dampingan petugas penyuluh lapangan Dinas Ketahanan Pangan, namun masyarakat yang bersawah di lokasi Sinaki tetap memanfaatkan lahan sawah yang dibuka tahun 2012 untuk bersawah.

"Tidak ada penyuluh lapangan yang datang mendampingi. Termasuk untuk bibit dan obat-obatan kami masyarakat sendiri yang usahakan dengan membeli di kedai-kedai," katanya.

Kepala Desa Malancan, Jalimin mengatakan aktifitas kelompok tani masyarakat yang ada di wilayah Desa Malancan tanpa dampingan petugas penyuluh lapangan Dinas Ketahanan Pangan Mentawai.

"Penyuluhnya tidak pernah datang," kata Kepala Desa Malancan pada Mentawaikita.com.

Untuk saat ini dua lokasi sawah yang ada di Desa Malancan sudah memiliki mesin huller (penggiling padi) untuk mendukung panen padi sawah masyarakat. Sementara mesin perontok padi dan alat pertanian lainnya belum ada.

"Yang datang besok ini dari dinas yaitu mesin pembajak sawah. Kita akan arahkan ke Sinaki saja karena di Sirilanggai kelompok sawahnya tidak jalan," katanya.

Kepala Seksi Penyuluhan, Alsintan, Pupuk dan Pestisida di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perkebunan Mentawai, Ahimas mengatakan untuk di setiap desa di Mentawai, Dinas Ketahanan Pangan sudah menempatkan penyuluh dari 2011 yang mana satu orang penyuluh untuk satu desa.

"Penempatan penyuluh itu untuk mengubah perilaku petani dalam bercocok tanam, menumbuh kembangkan kelompok tani, mendampingi, membimbing, mengarahkan petani serta mendata yang berkaitan dengan pertanian dan melaporkannya pada dinas," katanya pada Mentawaikita.com, Jumat (18/9/2020).

Terkait dengan petugas penyuluh lapangan di Malancan yang tidak mendampingi kelompok tani dan masyarakat di Desa Malancan tidak ditampik oleh Kepala Seksi Penyuluhan, Alsintan, Pupuk dan Pestisida di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perkebunan Mentawai.

"Kira-kira begitulah adanya," katanya.

 

BACA JUGA