Tak Punya Biaya Paket Internet, Pelajar Tongkrongi Wifi Kantor Camat

Tak Punya Biaya Paket Internet Pelajar Tongkrongi Wifi Kantor Camat Pelajar di Sikabaluan yang memanfaatkan wifi di kantor camat Siberut Utara. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Sambil duduk di pinggir teras Kantor Camat Siberut Utara, puluhan pelajar baik SMPN 1 Siberut Utara dan SMAN 1 Siberut Utara sibuk memperhatikan ponsel masing-masing. Hanya sesekali mereka saling bertanya atau berinteraksi satu dengan yang lain. Mereka lebih banyak sibuk pada ponsel pintar dan buku tulis yang ada di hadapan mereka. Mereka sedang mencari bahan referensi untuk mengerjakan soal ujian tengah semester.

Salah satunya Resti Julianti, pelajar SMAN 1 Siberut Utara yang duduk di bibir teras bersama tiga temannya. Di lantai teras ada  alat tulis, buku paket dan ponsel pintar. "Kami lagi mengerjakan tugas  untuk bahan ujian tengah semester,” katanya pada Mentawaikita.com, Selasa (15/9/2020).

Mata ujian tengah semester pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang lagi dikerjakan yaitu bidang studi matematika wajib. "Kami melihat contoh pengerjaannya di internet dari soal yang diberikan guru karena kami tidak punya paket internet. Tidak ada uang untuk membeli paket,” katanya.

Sejak ujian tengah semester pertama pada tahun ajaran 2020/2021, Resti bersama beberapa temannya memanfaatkan jaringan wifi gratis yang ada di kantor Camat Siberut Utara. Mulai menerima pesan soal dari wali kelas pada pukul 08.00 WIB hingga mengerjakannya tuntas dan membuatnya di dalam lembaran jawaban yang dikumpulkan pada ketua kelas untuk diserahkan pada wali kelas atau guru bidang studi masing-masing. "Kemaren kami sampai jam 3 sore untuk mengerjakan tugas", katanya.

Resti Julianti berharap bantuan paket internet untuk proses pembelajaran jarak jauh yang pernah dibacanya dari berita dan media sosial secepatnya direalisasikan pemerintah agar pelajar yang sudah punya ponsel pintar dapat belajar atau mengikuti ujian di rumah masing-masing.

"Kalau bantuannya memang ada dalam kondisi begini kami memang membutuhkan. Jangan sampai saat Covid berlalu baru bantuan paketnya datang. Untuk dapat ponsel saja sudah susah,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Agnes Saguguran, teman seperjuangan Resti. Demi mengerjakan soal ujian dirinya bersama teman-temannya rela melantai di teras kantor camat agar dapat mengakses layanan wifi gratis.

"Belum lagi jaringan internetnya terganggu kalau banyak yang datang mengakses. Kadang orang yang datang menggunakan wifi ada yang menggunakan untuk main game atau hal lain. Sementara kami butuh jaringan untuk melihat contoh di internet,” katanya.

Tak hanya gangguan jaringan wifi karena banyaknya pengguna. Gangguan karena ramai dan tidak terkontrolnya pengaturan jarak antara satu dengan yang lain membuat mereka kerap mendapat razia atau teguran dari pihak berwajib seperti TNI, Polri dan Sat Pol PP soal protokol kesehatam selama Covid-19. "Belum lagi orang yang datang tidak pakai masker sehingga kami semua mendapat teguran untuk jaga jarak, pakai masker saat diberikan sosialisasi,” katanya.

Pihak Kantor Camat Siberut Utara mengatakan masyarakat dan pelajar yang menggunakan wifi di kantor camat mulai pagi hari hingga malam cukup banyak. Pihak kecamatan dapat memfasilitasi tempat untuk mengakses internet di dalam ruangan kantor camat namun dengan memakai pakaian yang sopan, menjaga ketertiban dan jumlah yang terbatas.

"Juga menghubungi Pak Camat untuk minta difasilitasi mengakses internet di dalam ruangan karena berkaitan jam kerja pegawai dan mengikuti protokol covid-19 serta ada koordinasi sebelumnya dengan camat”, kata Kristina, salah seorang staf kantor camat. 


BACA JUGA