Harus Karantina, Tujuh Anak Kos yang Diduga Kontak Erat dengan Pasien Covid-19 Dapat Bantuan Sembako

Harus Karantina Tujuh Anak Kos yang Diduga Kontak Erat dengan Pasien Covid19 Dapat Bantuan Sembako Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sikakap memberikan bantuan sembako kepada salah satu anak kos yang diduga sempat kontak erat dengan pasien Covid-19 di Sikakap. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai memberikan bantuan gula, kopi, teh, susu, dan roti kepada tujuh orang anak kos di Dusun HVA, Desa Sikakap yang diduga kontak dengan salah seorang guru Sekolah Dasar (SD) yang telah dinyatakan positif Covid-19.

"Bantuan yang diberikan kepada anak kos yang diduga kontak dengan salah seorang guru SD merupakan bantuan secara spontan yang dikumpulkan oleh tim Satgas Covid-19 Kecamatan Sikakap, dana yang terkumpul hari ini langsung dibelikan gula, susu, kopi, teh, dan roti yang langsung diberikan sekarang," kata Erika Napitupulu, Koordinator Satgas Covid 19 Kecamatan Sikakap pada Selasa (15/9/2020).

Dia menyebutkan, guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut merupakan pemilik rumah kos tersebut dan lokasinya berada di samping rumahnya. Karena itu, semua anak kos disuruh karantina mandiri di rumah kosnya dan akan diambil sampel cairan kerongkongan atau hidungnya Rabu (16/9/2020) untuk diuji PCR.

Rejenis, Kepala Dusun HVA mengatakan, anak kos tersebut berasal dari Desa Silabu dan Desa Betu Monga, Kecamatan Pagai Utara, mereka kos karena sekolah jauh dari rumah orang tuanya. “Untuk sementara mereka tidak dibolehkan keluar rumah sampai swab pertama dan kedua keluar, hal ini untuk antisipasi penyebaran penularan Covid-19, harapan kita semoga tidak ada lagi penambahan Covid 19 di Mentawai terutama sekali di Sikakap dan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 cepat sembuhnya," katanya.

BACA JUGA