Sekolah Inventarisir Siswa Daring dan Luring Untuk Hindari Klaster Baru

Sekolah Inventarisir Siswa Daring dan Luring Untuk Hindari Klaster Baru Santa Felisia (baju seragam putih) mengikuti proses belajar daring. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Dengan memakai baju seragam putih-abu-abu, Santa Felisia, siswa SMAN 1 Siberut Utara tengah berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dari guru bidang studi geografi, Doni Oktavia lewat ponsel androidnya melalui aplikasi zoom meetings  Padang Rabu, (9/9/2020) sekira pukul 09.25 WIB.

Sambil mendengarkan penjelasan guru, Santa menuliskan beberapa catatan penting pada buku catatan yang telah disiapkan di hadapannya. "Nanti bahan dan tugas akan dikirimkan guru pada grup WA bidang studi bagi kami yang punya HP android. Untuk teman-teman yang tidak punya mereka akan jemput atau diantar sama guru,” katanya pada Mentawaikita.com.

Untuk proses belajar mengajar menggunakan aplikasi zoom meetings, dikatakan Santa masih tahap percobaan dan belajar bersama untuk menggunakan aplikasi yang ada. "Memang tidak begitu lancar, kadang gambar pecah atau suara kurang jelas. Mungkin karena jaringan internetnya,” katanya.

Merdiana, salah seorang pelajar lainnya yang tidak memiliki ponsel android mengatakan untuk proses belajar mengajar seperti tugas dan bahan materi diantar atau dijemput pada guru di sekolah sesuai dengan jadwal dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan sekolah. "Sebelum masuk lingkungan sekolah suhu badan diukur, pakai masker dan cuci tangan,” katanya.

Kepala SMAN 1 Siberut Utara, Paulus Sikaraja mengatakan sejak adanya Covid-19 proses belajar mengajar jadi terganggu karena waktu jam belajar dipersingkat, jumlah siswa maksimal di dalam satu ruang belajar 18 orang serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. "Waktu belajar disekolah itu hanya 2 jam dengan memberikan penjelasan atau tugas saja. Dan sistem pendidikan terganggu. Memang ini kondisinya,” katanya.

Dikatakan Paulus Sikaraja, karena adanya kasus positif Covid-19 di Mentawai yang terjadi pada minggu ini, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Mentawai menerapkan proses belajar dalam bentuk daring dan luring. Ini menindaklanjuti surat instruksi Bupati Mentawai Nomor: 420/444/BUP.2020 tentang Pembelajaran Jarak Jauh pada Satuan Pendidikan 2020/2021.

"Karena edaran PJJ ini sekolah tidak mau mengambil resiko. Jangan sampai ada klaster baru di sekolah. Dan untuk ini sekolah belum siap karena masih banyak yang harus dibenahi dalam protokol kesehatannya,” katanya.

Menindaklanjuti surat edaran untuk pembelajaran jarak jauh, pihak SMAN 1 Siberut Utara melakukan inventarisir siswa yang dapat mengikuti proses pendidikan dalam bentuk daring dengan memiliki ponsel android dan siswa yang mengikuti proses pembelajaran dalam bentuk luring.

"Dari 450 orang siswa SMAN 1 Siberut Utara, setengahnya punya handphone android baik itu pribadi siswa maupun handphone orangtua,” katanya.

Dari data tersebut, majelis guru mulai mengadakan pelatihan menggunakan aplikasi zoom meetings, google meet dan whataspp (WA) untuk memudahkan dalam proses pembelajaran jarak jauh melalui daring, dan bagi siswa yang mengikuti pembelajaran dalam bentuk luring guru akan memberikan materi dan tugas dengan cara siswa datang kesekolah atau di datangi oleh guru bidang studi.

"Guru setiap harinya datang ke sekolah untuk memberikan materi dalam bentuk daring karena ada jaringan internet di sekolah dan luring untuk siswa yang datang ke sekolah,” katanya.

Karena akan adanya interaksi dalam proses pembelajaran dalam bentuk luring, pihak sekolah terus membenahi fasilitas dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan protokol kesehatan Covid-19. Misalnya menambah tempat cuci tangan, memfasilitasi masker siswa dan guru, serta pengawasan pergerakan siswa dan guru yang masuk di lingkungan sekolah.

"Termasuk guru kita yang keluar dan masuk Mentawai itu izinya bukan dari kepala sekolah tapi langsung dari cabang dinas pendidikan. Tentunya untuk izin mengikuti aturan dan protokol Covid-19 yang telah ditetapkan,” kata Paulus. 


BACA JUGA