Kadis Pendidikan Tegaskan Guru Tidak Boleh Keluar Mentawai 

Kadis Pendidikan Tegaskan Guru Tidak Boleh Keluar Mentawai  Kepala Dinas Pendidikan Mentawai, Oreste Sakeru. (Foto: Patris/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai Oreste Sakeru menegaskan guru-guru tidak boleh keluar dari Kabupaten Kepulauan Mentawai selama pnademi Covid -19, hal ini dikatakansaat pertemuan kepala sekolah dan guru-guru se-Pagai Utara Selatan di aula SMPN 1 Pagai Utara Selatan, Rabu (12/8/2020) 

"Saya tidak izinkan guru-guru dan kepala sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk meninggalkan tugasnya selama Covid-19 untuk urusan pribadi kecuali tugas sekolah, itupun harus ada Surat Perintah Tugas (SPT) yang dikeluarkan oleh kepala sekolah atau koordinator wilayah (korwil) pendidikan setempat," kata Oreste.

Oreste Sakeru menyebutkan, guru-guru yang keluar dari Kabupaten Kepulauan Mentawai sesampai di Mentawai wajib swab dan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari, swab itu tidak hanya dilakukan sekali bisa berkali-kali, minimal swab dua kali dengan hasil negatif.

Rapid test tidak bisa dijadikan patokan untuk memastikan guru, kepala sekolah, siswa, orang tua atau wali murid bebas dari virus Covid 19. "Saya dan bupati tidak ingin sekolah menjadi  tempat kluster baru tempat penyebaran virus yang baru, itu sebabnya sampai sekarang bupati belum bisa memutuskan apakah sekolah bisa melakukan tatap muka atau masih belajar di rumah atau sistem daring,” terangnya.

Bagi guru-guru atau kepala sekolah yang tidak mematuhi aturan ini berarti sudah melanggar kedisiplinan, untuk itu kepada kepala sekolah tolong isi absensi sesuai dengan data ril di lapangan.  “Sekolah tetap jalan tapi sistem yang berubah, guru-guru dan kepala sekolah tetap masuk  sekolah," katanya. 


BACA JUGA