Ini Syarat Sekolah Tatap Muka di Mentawai

Ini Syarat Sekolah Tatap Muka di Mentawai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai Oreste Sakeru (baju putih) sedang memberikan arahan kepada Korwil Pendidikan, kepala sekolah se-PUS dan guru-guru. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai menyampaikan beberapa aturan bagi sekolah yang ingin belajar tatap muka, hal ini langsung disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai Oreste Sakeru, waktu pertemuan kepala Sekolah dan Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Sikakap, Korwil Pagai Utara, Korwil Pagai Selatan, di Aula Pertemuan SMPN 1 Pagai Utara Selatan (PUS), Rabu, 12 Agustus.

Syarat tersebut pertama, seluruh guru SD sederajat, SMP Sederajat wajib diuji swab termasuk orang tua siswa atau siswa yang telah melakukan perjalanan dari Padang dan sekitarnya, kedua sekolah wajib minta surat izin tatap muka kepada orang tua, ketiga sekolah menyediakan protokoler kesehatan seperti alat cuci tangan di air mengalir lengkap dengan sabun, jaga jarak minimal 1 meter sampai 1,5 meter di dalam ruangan sekolah, siswa dan guru wajib pakai masker, sekolah wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh sebelum siswa dan guru masuk keruangan sekolah, dan membentuk satgas Covid 19 di setiap sekolah.

"Masa transisi sampai sampai 31 Agustus, apakah nanti akan diperpanjang atau tidak sampai sekarang belum jelas, sebab sampai sekarang belum keluar Surat Edaran (SE) terbaru Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, sementara sudah banyak kepala sekolah dan guru-guru minta sekolah dilakukan tatap muka, berdasarkan itu saya dan Kabag Hukum beberapa minggu lalu menghadap Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai meminta saya dan tim  turun langsung ke lapangan untuk memastikan hal itu," kata Oreste.

Dia menyebutkan, sulit sekolah tatap muka jika guru-guru tidak mau diswab, dengan diswab berarti salah satu cara menyakinkan keyakinian  orang tua dan wali murid bahwa semua guru-guru sudah bebas Covid 19.

“Memang di tingkat satgas nasional, di zona hijau dan kuning telah bisa dibuka sekolah tapi keputusan buka sekolah itu tetap di tangan Satgas Covid 19 Kabupaten Mentawai,” katanya.

"Buka sekolah harus tetap mematuhi protokoler kesehatan yang ketat, supaya Protokoler kesehatan berjalan sesuai dengan aturan itu sebabnya harus di bentuk satgas Covid 19 di setiap sekolah yang langsung ketuanya Kepala Sekolah, anggotanya majelis guru, dalam satgas Covid 19 di sekolah harus ada perwakilan dari orang tua murid dan wali murid," katanya.

dr. Agustina Sibarani, Koordinator Swab Pusesmas Sikakap, mengatakan, padahal sudah ada surat Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang disampaikan ke Puskesmas Sikakap untuk guru-guru wajib Swab, tapi sampai sekarang masih banyak guru-guru yang ada di Pagai Utara Selatan belum melakukan swab dan Protokoler kesehatan disekolah belum berjalan maksimal, seperti pakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan jaga jarak dalam lokal minal 1 meter sampai 1,5 meter.

"Buktinya sebelum masuk kedalam ruangan pertemuan ini padahal sudah disediakan alat cuci tangan di depan ruang pertemuan tapi banyak guru-guru tidak melakukan cuci tangan, swab itu tidak sakit cuman geli-geli, terasa sakit mungkin pas waktu di swab orang yang di swab gelisah sehingga terasa kena yang lainnya itu menyebabkan sakit, percayalah pak swab itu dilakukan oleh orang yang sudah dilatih,"katanya.

BACA JUGA