Tanggal 3 Tiap Bulan Dicanangkan Sebagai Hari Pengobatan Batuk di Siberut Selatan

Tanggal 3 Tiap Bulan Dicanangkan Sebagai Hari Pengobatan Batuk di Siberut Selatan Peluncuran program kesehatan Gogoi Pulakgengan Koklo dilakukan Camat Siberut Selatan Hijon di Kantor Desa Maileppet pada Senin (3/8/2020) (Foto : Hendrik/MentawaiKita)

MAILEPPET-Camat Siberut Selatan, Hijon mencanangkan tiap tanggal 3 tiap bulan dijadikan hari pengobatan batuk (Gogoi Pulakgengan Koklo) di Puskesmas Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Peluncuran program kesehatan tersebut dilakukan Camat Siberut Selatan Hijon di Kantor Desa Maileppet pada Senin (3/8/2020).

Hijon  mengatakan melalui pencanangan hari batuk atau penyakit Tuberkulosis(TB) masyarakat dan petugas medis aktif memerangi penyakit tersebut.

"Yang harus diperhatikan juga jika sudah kita canangkan apakah tenaga kesehatan Puskesmas cukup kita mengharapkan ke depan masyarakat kita yang tertular bisa berkurang, kalau ada yang sakit diobati, karena ini gratis tidak bayar, jadi sekarang sudah jelas setiap tanggal 3 awal bulan adalah pengobatan batuk (Gogoi Pulakgengan Koklo) saya juga mengharapkan masyarakat tetap pakai masker, dan ikuti protokol kesehatan selama Covid-19 ini," kata Hijon.

Sementara Kepala Desa Maileppet, Nikman Satiur, meminta kepada kader posyandu untuk segera berkonsultasi kepada Puskesmas Muara Siberut jika ada masyarakat yang batuk campur darah agar 

"Saya mengharapkan supaya sama-sama bekerja nanti kita dengar apa sosialisasi yang diberikan oleh Puskesmas Muara Siberut sehingga kita paham apa solusi yang baik untuk memberantas penyakit TB ini," kata Nikman

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Puskesmas Muara Siberut, Nurhidayah, menyebutkan semua puskesmas pembantu (pustu) akan diberikan jadwal dokter dan labor untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi terkait pengobatan batuk.

Saat ini di Puskesmas Muara Siberut baru ada 3 dokter, “dokter itu akan melayani masyarakat akan di sediakan tempat  pasien pengobatan paru, konsultasi pasien yang mengalami TB paru,dan tempat dan konseling,” katanya.

Menurut Nurhidayah, faskes yang telah siap menyelenggarakan program tersebut yakni Pustu Maileppet, Pustu Muntei, Poskesdes Puro, dan Poskesdes Muara Siberut.

Dari data penjaringan yang dilakukan Puskesmas Muara Siberut sejak Januari-Juli telah diperiksa 43 pasien yang mengalami batuk tetapi tidak ada yang positif TB.

“Jadi kita buat inovasi untuk mengejar kegagalan karena menunggu di puskesmas makanya kita jemput bola sekarang, untuk pengobatannya gratis tidak ada pembayaran hanya saja setiap berobat harus membawa KTP untuk kepentingan Nomor Induk Kependudukan(NIK),” ujarnya.


BACA JUGA