Harga Cengkeh di Siberut Turun Tajam

Harga Cengkeh di Siberut Turun Tajam Seorang warga Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai sedang menjemur cengkeh di jalan depan rumahnya. (Foto: Hendrikus/Mentawaikita.com)

MUARASIBERUT-Harga cengkeh di Muara Siberut Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai turun tajam di panen Awal tahun ini. Jika tahun lalu harga cengkeh kering Rp100 ribu per kilogram sekarang rata-rata dihargai hanya Rp50 ribu.

Salah seorang petani cengkeh di Dusun Puro 2 Desa Muntei, Suprianto mengatakan meski harga cengkeh turun separuh dari harga sebelumnya, dia terpaksa menjualnya ke penampung. "Cengkeh yang kami olah saat ini satu hari bisa mencapai 20-30 kilogram tergantung cuaca, kalau bagus kami akan mengambil banyak karena bisa menjemurnya agar kualitas cengkehnya tidak rusak," kata Suprianto kepada Mentawaikita.com, Kamis (23/7/2020).

Dia mengaku tetap memanen bunga cengkeh karena jika dibiarkan membesar, bunga cengkeh tidak akan bagus lagi diolah. “Mau tidak mau tetap kami jual untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk biaya ransum saat panen,” katanya.

Stefanus (60), warga Desa Muara Siberut yang juga sedang panen cengkeh mengatakan warga tetap bekerja di ladang meski sedang pandemi Covid-19, sebab pohon cengkeh sedang berbuah saat ini dan tidak mungkin dibiarkan.

"Walaupun harga cengkeh turun kami tetap akan memanen cengkeh karena buahnya saat ini sudah besar dan harus dipanen, namun kondisi hujan saat ini sangat berpengaruh untuk kami memanen cengkeh dan menjemurnya pun tak bisa sehingga kami takut kualitas cengkeh tidak bagus, kalau kualitas tidak bagus harga turu,” kata Stefanus.

Di saat musim cengkeh saat ini, kebanyakan warga Siberut berada di ladang mereka untuk panen. “Saat ini warga lebih banyak beraktivitas di pulau dan di ladang untuk mengambil dan menanam cengkeh kembali agar cengkeh bertambah banyak, batang cengkeh yang saya punya saat ini hanya 10 batang saja, makanya saya tambah lagi menanam,” katanya.

BACA JUGA