Puluhan Pelajar Terjaring Razia, Tiga Ponsel Ditemukan Film Dewasa 

Puluhan Pelajar Terjaring Razia Tiga Ponsel Ditemukan Film Dewasa  Danramil 04 Sikakap Kapten Inf Putra Damanik dan Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi lagi memeriksa ponsel pelajar yang terjaring razia. (Foto: Supri/Mentawaikita.com)

SIKAKAP-Sekira 30 an pelajar terjaring saat Muspika Sikakap menggelar razia malam khusus untuk pelajar yang masih berkeliaran diatas pukul 21.00 WIB, operasi tersebut dalam mencegah kekerasan seksual. Razia dipimpin langsung oleh Camat Sikakap Fransiskus Sakaletuk, didampingi oleh Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, Danramil 04 Sikakap Kapten INF Putra Damanik, Kamla Sikakap Peltu Dwi Wahyono, Satpol-PP Sikakap, dan tim koordinasi Covid-19 Kecamatan Sikakap.

Bagi yang tertangkap razia diberi sangsi berupa push up dan membaca Pancasila, dan bagi ponsel yang ada konten porno ditahan ponsel tersebut dan dijemput hari ini Rabu (22/7/2020) di kantor Polsek Sikakap.

"Razia penegakan jam malam bagi pelajar berhasil menjaring puluhan pelajar yang lagi asik main internet dan kita amankan tiga unit ponsel pelajar didalamnya ada film dewasa yang tidak selayaknya di tonton oleh pelajar," kata Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, Selasa (21/7/2020).

Kapolsek menyebutkan, sebelum penindakan dilakukan terlebih dahulu Muspika Kecamatan Sikakap melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terutama sekali ke SMA dan SMK tentang akan diberlakukan razia malam dalam mengantisipasi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. “Bagi ponsel yang diamankan silahkan dijemput Rabu (22/7) tapi membawa orang tua, hal ini kita lakukan supaya para pelajar tersebut tidak putus sekolah akibat melakukan hubungan suami istri yang berdampak kehamilan dan putus sekolah," katanya.

Sementara Danramil 04 Sikakap Kapten Inf Putra Damanik menambahkan, sesuai kunjungan Muspika Kecamatan Sikakap ke SMAN 1 PUS bahwa pihak sekolah tidak ada memberikan tugas secara daring, tapi tugas diberikan langsung oleh guru kepada murid secara manual.

"Jam malam khusus untuk pelajar, kita tidak ingin ada pelajar yang masih main internet diatas pukul 21.00 WIB, tujuan diberlakukan jam malam bagi pelajar adalah semoga pelajar tersebut disiplin waktu, dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur, orang disiplin pasti akan berhasil, sementara orang pintar belum tentu akan berhasil," katanya.

Camat Sikakap Fransiskus Sakeletuk mengaku kecewa waktu di periksa ponsel pelajar yang terjaring razia, ada beberapa ponsel pelajar tersebut yang menyimpan film dewasa akibatnya ponselnya terpaksa ditahan dulu.

"Razia ini penegakan jam malam bagi pelajar akan dilakukan secara terus menerus hal ini salah satu cara untuk antisipasi terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Banyak pelajar yang menyalahgunakan internet alasan mencari tugas tapi nyatanya main game dan menonton film dewasa, silahkan saja main internet di siang hari, tetap patuhi protokoler kesehatan pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak minimal satu meter sampai 1,5 meter,"katanya. 


BACA JUGA