Begini Modus Ayah Perkosa Anak Kandung di Siberut Barat Sampai Hamil 2 Bulan 

Begini Modus Ayah Perkosa Anak Kandung di Siberut Barat Sampai Hamil 2 Bulan  Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Dody Prawiranegara didampingi Kasatreskrim Polres Mentawai Iptu Irmon menunjukkan memberikan keterangan (Foto: Septi/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT - Seorang ayah berinisial HR alias Gembak Ola (36) (yang sebelumnya berinisial K) bekerja seorang buruh harian lepas yang dilaporkan diduga melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya sampai hamil sekira dua bulan Kecamatan Siberut Barat, diketahui memiliki modus sehingga aksi bejatnya berhasil dilakukan.

“Modus yang dipakai tersangka itu membujuk sang anak dengan mengatakan. setiap kali melihat kamu, saya seperti melihat istri saya sendiri,” hal itu dikatakan Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara saat press release, Selasa (21/7/2020) 

Menurutnya tindak pidana kekerasan seksual anak di bawah umur ini membuat shock dan panik pihak keluarga. Kasus ini terungkap saat saksi SA yang merupakan tante korban menemani korban melakukan pemeriksaan setelah mengeluhkan nyeri dan sakit pada bagian perut serta payudara. 

"Perawat Pustu melakukan pemeriksaan urine dan alat tes pack merek ultraone menunjukkan hasil positif. Sehingga korban diketahui sedang mengandung pada Sabtu (11/7/2020) sekira pukul 09.00 WIB," ungkap Kapolres didampingi Kasatreskrim Polres Mentawai Iptu Irmon. 

Setelah saksi yang merupakan tante korban menanyakan korban, akhirnya korban mengaku bahwa yang telah menghamilinya ayahnya sendiri. Sontak hal tersebut membuat geger sekampung sehingga ketua pemuda dan kepala dusun setempat menginformasikan ke Polsek Sikabaluan.

Diketahui, tahun 2001 tersangka menikah dengan istri pertama bernama Narawati. Kemudian dikaruniai seorang anak yaitu korban. Namun saat usia kandungan istri 9 bulan, tersangka merantau ke Palembang Sumatera Selatan hingga akhir tahun 2019.

Tahun 2006 pelaku ternyata pindah keyakinan dari Kristen Protestan ke Islam dan selanjutnya menikahi istri keduanya bernama Nurmaladewi dan dikaruniai 3 orang anak.

Setelah belasan tahun tidak kunjung pulang ke kampungnya di Siberut Barat, pada Juni 2019 kakak pelaku yang merupakan saksi memberitahu bahwa orang tua mereka sudah meninggal dan mengatakan bahwa korban anak pelaku yang ditinggalkan tanpa orang tua. Oleh sebab itu, pelaku datang pada pertengahan Juni 2019 dan membawa korban ke Palembang.

"Pelaku telah sering melakukan tindakan cabul terhadap korban di Palembang sebanyak 20 kali. Kemudian akhir tahun 2019 pindah domisili ke kampung asalnya dengan membawa seluruh anggota keluarga barunya. Di Mentawai pun pelaku sering melakukan aksinya hingga tiga kali seminggu," ungkap Dody.

Barang bukti yang diamankan berupa satu helai baju kaos tanpa lengan warna biru donker bertuliskan partai, satu helai celana pendek warna kuning dengan bis hitam, dan satu buah alat tes pack merek ultraone.

Akibat ulah tersangka ini dia terancam pidana berat dengan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat 2 dan 3 Jo, pasal 82 ayat 1 dan 2, UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atau UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.


BACA JUGA