Tak Bisa Buka Kunci Ponsel Awal Residivis Diciduk Polisi 

Tak Bisa Buka Kunci Ponsel Awal Residivis Diciduk Polisi  Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Dody Prawiranegara didampingi Kasatreskrim Polres Mentawai Iptu Irmon menunjukkan barang bukti. (Foto: Septi/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-HM (25) seorang residivis ini terpaksa kembali mendekam di sel Polres Kepulauan Mentawai, setelah polisi mengetahui tersangka mencuri sebuah ponsel merek oppo milik warga Tuapeijat dan dibekuk di rumahnya di KM 8, Dusun Karya Bakti, Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara.

Menurut informasi dari kepolisian pencurian ponsel dilakukan di rumah korban RP di Dusun Kampung, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara pada Kamis (2/7/2020) lalu sekira jam 05.00 WIB saat korban masih tidur.

Kemudian orang tua korban Yunizar melaporkan kejadian tersebut kepada polisi pada senin (6/7). Lalu pada saat itu tersangka HL mau menjual ponsel curian tersebut, namun tidak bisa membuka kunci ponsel tersebut. Akhirnya HL mengantarkan ponsel tersebut ke bengkel elektronik di jalan raya Tuapejat sekitar tempat tinggalnya.

"Setelah adanya laporan polisi dan dilakukan penyelidikan, akhirnya pada selasa (14/7/2020) sekira jam 17.00 WIB tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan oleh Satreskrim Polres Mentawai di rumahnya. Saat itu hendak menjemput ponsel di bengkel elektronik milik Irfan,"ungkap Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Dody Prawiranegara didampingi Kasatreskrim Polres Mentawai Iptu Irmon, Selasa (21/7/2020).

Adapun Barang bukti yang diamankan diantaranya satu unit kotak ponsel merek Oppo A39 dengan dua Imei, satu unit ponsel oppo A39 gold, dan satu unit charger ponsel putih. “Alasan mencuri itu karena ingin uang untuk biaya mengobati anaknya,” ucapnya.

Selanjutnya, berkas perkara tahap I akan segera diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Mentawai di Padang. Akibat perbuatannya tersangka t dikenai pasal 363 ayat 1 ke 3 e Jo Pasal 486 KUHP, pasal 363 ayat 1 ke 3 e KUHP, dan pasal 486 KUHP.


BACA JUGA