Anggota DPRD Mentawai Mengadu ke Kapolres Soal Ancaman

Anggota DPRD Mentawai Mengadu ke Kapolres Soal Ancaman Surat laporan anggota DPRD Mentawai Jimer Munthe kepada Kapolres Mentawai. (Foto: Patrisius/Mentawaikita.com)

TUAPEIJAT-Jimer Munthe, anggota DPRD Mentawai membuat surat pengaduan ke Kapolres Kepulauan Mentawai terkait dugaan perkara tindak pidana pengancaman yang terjadi  pada Kamis, (16/7/2020) pukul 15.00 WIB di Parkiran Kantor DPRD Mentawai, di Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara. Pengaduan dilakukan Sabtu malam, (18/7/2020)

Dalam surat pengaduannya ke Kapolres Kepulauan Mentawai, Jimer menuntut agar perbuatan terlapor ini dituntut menurut hukum yang berlaku. Meski dalam surat pengaduan tak menyebut nama terlapor, Jimer mengaku pihak yang diadukan ke Kapolres Kepulauan Mentawai adalah seorang kepala OPD di wilayah Pemda Mentawai.

Beberapa hari sebelumnya memang tersebar isu bahwa ada polemik di sebuah rapat yang digelar di Aula Kantor DPRD Mentawai terkait agenda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggunjawaban (LKPj) Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai 2019 yang sedang dievaluasi di DPRD Mentawai dan tidak bisa diakses termasuk media.

Dalam keterangan Jimer usai membuat surat pengaduan ke Kapolres Kepulauan Mentawai orang yang dimaksud adalah Naslindo Sirait, Kepala Bappeda Mentawai yang sempat berpolemik dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggunjawaban (LKPj) Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai 2019, terkait dengan ketika melakukan evaluasi Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Hal yang menurut Jimer Munthe, ancaman yang dimaksud ancaman dalam pengaduannya adalah terkait ucapat Naslindo Sirait “sudah lama kutunggu kau” kepada  Jimer Munthe di halaman Parkiran Kantor DPRD Mentawai pada pada Kamis, (16/7/2020) setelah sidang digelar.

“Tidak tahu juga, tiba-tiba dia (Naslindo Sirait) menyerang,  saya juga tidak tahu apa persoalannya, bahasanya “sudah lama kutunggu kau, kau bawa-bawa nama orang batak,” kata Jimer menirukan ucapan Naslindo di parkiran. Jimer mengaku tidak membawa nama orang batak. “Saya tidak ada bawa nama orang batak, cuma bahasa saya dalam sidang hanya malu  saya sebagai orang batak perusda itu tidak ada inovatif itu ajanya,” kata Jimer pada Sabtu malam, (18/7/2020) usai buat laporan pengaduan.

“Saat sidang saya juga, tambah Jimer, sedang evaluasi Perusda itu aja, hampir main itu, karena banyak orang melerai, cuma saya kagetnya sedang bergurau dengan Sekda di parkiran  tiba-tiba datang dia (Naslindo) bilang “sudah lama kutunggu kau”, kalau masalah takut, tidak takut saya melihat dia, siapa dia?,” kata Jimer kepada MentawaiKita.com.

MentawaiKita.com kemudian melakukan konfirmasi kepada Naslindo Sirait, Kepala Bappeda Mentawai. Naslindo kemudian menjawab bahwa terkait kata-kata yang disampaikan kepada Jimer Munthe bukan merupakan ancaman tetapi yang dimaksud Naslindo adalah terkait ucapan Jimer yang menurut Naslindo bernada rasis karena membawa nama atau menyebut salah satu suku.

“Nggak ada saya bilang (sudah lama kutunggu kau) begitu, kau orang Batak nggak? sudah lama kau merendahkan orang Batak,” kata Naslindo melalai pesan Whatapps yang diterima MentawaiKita.com.

Sumber MentawaiKita menjelaskan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah diselesaikan kedua belah pihak. “Sudah selesai ini, sudah dipertemukan mereka ini cuma mungkin ada yang memprovokasi dan mereka sudah berdoa sebagai bentuk sudah ada perdamaian,” kata seorang sumber MentawaikKita yang tak mau disebut identitasnya. 

BACA JUGA