Hari Pertama Belajar Tatap Muka, Sekolah Kerepotan Terapkan Protokol Kesehatan

Hari Pertama Belajar Tatap Muka Sekolah Kerepotan Terapkan Protokol Kesehatan Siswa yang masih bergerombol saat hari pertama sekolah di SMAN 1 Sikabaluan, Siberut Utara, Mentawai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2020/2021, Senin (13/7/2020) saat pandemi Covid-19 belum berhasil diatasi, masih banyak pelajar yang tidak tahu akan aturan dalam tatanan normal baru, termasuk di wilayah Siberut Utara baik di SMAN 1 Siberut Utara dan di SMPN 1 Siberut Utara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pelajar yang masuk sekolah masih banyak yang tidak memakai masker dengan alasan tidak punya masker. Ada juga yang merasa tidak nyaman memakai masker.

"Jadi sesak napas kalau pakai masker," kata beberapa pelajar saat ditanya.

Selain tidak pakai masker, dengan jumlah yang banyak tidak bisa menjaga jarak saat masuk ke lingkungan sekolah untuk mengantre saat pengecekan suhu badan apalagi thermo gun yang tersedia di sekolah hanya satu unit. Misalnya di SMAN 1 Siberut Utara dengan jumlah siswa 471 orang memakai satu unit pengukur suhu.

"Tadi pagi memang kelabakan. Terpaksa kita minta siswa yang bisa pakai pengukur suhu untuk mengukur suhu siswa yang masuk ke lingkungan sekolah," kata Paulus Sikaraja.

Pihak sekolah terbantu ketika Satgas Covid-19 Kecamatan Siberut Utara datang membantu untuk melakukan pengukuran suhu, pengaturan masuk siswa dan membagikan masker bagi pelajar yang belum punya masker.

Untuk cuci tangan, sekolah menyediakan lima galon berkran namun tidak mampu membendung antrean pelajar. Selain antrean, juga pihak sekolah kesulitan untuk mendapatkan air yang bersih di sekolah.

Hal yang sama terjadi juga di MTs Swasta Muara Sikabaluan. Berdasarkan pemantauan Satgas masih banyak pelajar yang tidak punya masker dan tidak punya tempat mencuci tangan saat masuk lingkungan sekolah.

"Tidak ada tempat cuci tangan dan masih banyak pelajar yang belum punya masker," katanya.

Di SMPN 1 Siberut Utara terjadi hal yang sama. Masih banyak pelajar yang belum punya masker dan antrean masuk sekolah tidak bisa menjaga jarak karena terbatasnya alat pengukur suhu yang tersedia di sekolah.

Pemerintah Desa Muara Sikabaluan sudah memfasilitasi pengadaan thermo gun satu unit untuk sekolah di masa tatanan normal baru untuk satu sekolah dan tempat cuci tangan untuk sebanyak 18 buah yang disebar di sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA. 


BACA JUGA