Bhayangkari Polsek Sikabaluan Edukasi Pelajar SMA

Bhayangkari Polsek Sikabaluan Edukasi Pelajar SMA Ketua Bhayangkari Polsek Sikabaluan, Ris Indriani sedang berdialog dengan pelajar SMAN 1 Siberut Utara. Bhayangkari Polsek Sikabaluan memberikan edukasi terkait kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak serta protokol kesehatan Covid-19. (Foto: Bamban

SIKABALUAN-Hari pertama masuk tahun ajaran baru 2020/2021, Bhayangkari Polsek Sikabaluan mengedukasi pelajar SMAN 1 Siberut Utara  Kabupaten Kepulauan Mentawai terkait dengan isu kekerasan perempuan dan anak serta aman dari Covid-19.

Ris Indriani, Ketua Bhayangkari Polsek Sikabaluan mengatakan dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat mesti menjaga tingkah laku agar tidak terjerumus pergaulan bebas. "Apalagi pelajar yang datang dari kampung-kampung yang tinggal di pondokan dan kos mesti jaga diri. Khususnya perempuan," katanya di hadapan siswa, Senin (13/7/2020).

Dikatakan Ris, saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya pelecehan seksual makin marak terjadi di Mentawai, termasuk di wilayah hukum Polsek Sikabaluan. "Pelajar yang perempuan dalam kehidupan sehari-hari jangan mengundang aurat," katanya.

Selain soal kekerasan terhadap perempuan dan anak, ibu-ibu Bhayangkari juga memberikan edukasi kepada pelajar terkait dengan hidup di masa pandemi Covid-19 seperti pasang masker, cuci tangan dan jaga jarak. "Jangan takut tidak terlihat cantik atau gantengnya karena pakai masker. Namun kalau hati kita baik di mata kita akan terpancar senyum yang manis dan kegantengan," kata Ris.

Dikatakan Ris, dengan memakai masker, cuçi tangan dan jaga jarak selain menjaga kebersihan dan kesehatan sendiri juga mengaja kesehatan keluarga dan orang lain. "Makanya saling menjaga satu dengan yang lain," katanya.

Kapolsek Sikabaluan, Iptu Jennedi pada hari pertama sekolah di SMAN 1 Siberut Utara menegaskan akan melakukan razia rutin terhadap pondokan pelajar dan kegiatan malam pelajar. "Kami akan melakukan razia rutin dipondokan pelajar dan razia rutin malam," katanya.

Bila dalam razia ada pelajar yang tertangkap berdua di kamar dengan lawan jenis, pihak Polsek akan menggiring pelajar tersebut dan menyelesaikannya di tingkat sekolah.

"Bila sudah melanggar aturan sekolah dan dikeluarkan maka akan dikeluarkan dari sekolah", katanya. 


BACA JUGA