Jadikan Mentawai Zona Hijau, Keluar Mentawai Wajib Test Swab

Jadikan Mentawai Zona Hijau Keluar Mentawai Wajib Test Swab Ketua tim koordinasi Kecamatan Siberut Utara-Siberut Barat, Agustinus Sab sedang melakukan pemantauan penumpang MV. Mentawai Fast di Pelabuhan Pokai. (Foto: Bambang/Mentawaikita.com)

SIKABALUAN-Demi menjadikan Mentawai sebagai zona hijau covid-19, Bupati Mentawai mengeluarkan surat edaran No.360/351/BUP-2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Mentawai yang mulai berlaku 13 Juli 2020.

Terkait dengan adanya aturan tersebut, untuk melakukan pemeriksaan test swab dan surat keterangan hanya dikeluarkan oleh dokter di rumah sakit atau puskesmas yang telah ditetapkan diantaranya untuk di wilayah Pulau Sipora yaitu RSUD Mentawai, Puskesmas Mapaddegat dan Puskesmas Sioban. Di pulau Siberut yaitu di Puskesmas Muara Siberut dan Puskesmas Sikabaluan dan di Pulau Pagai Utara-Selatan yaitu di Puskesmas Sikakap.

Pihak Puskesmas Sikabaluan, sebagai salah satu puskesmas yang mendapat kewenangan untuk melakukan pengambilan swab untuk dikirimkan ke Laboratorium Unand Padang mengeluarkan jadwal test swab sesuai jadwal kedatangan dan keberangkatan MV. Mentawai Fast dan KMP. Gambolo.

"Kita melakukan pengaturan jadwal pengambilan sample calon penumpang yang hendak ke luar Mentawai agar sampel yang diambil dapat dikirimkan ke Padang untuk diperiksa di labor Unand Padang,” kata Marojahan Sitorus, Kepala Puskesmas Sikabaluan, Sabtu (11/7/2020).

Lebihlanjut dijelaskan M. Sitorus, bagi masyarakat yang berangkat pada hari Selasa maka harus melakukan test swab dua hari sebelumnya yaitu hari Sabtu, dan penumpang yang akan berangkat pada hari Kamis harus melakukan test swab pada hari Selasa dan yang berangkat hari Sabtu melakukan pemeriksaan swab pada hari Kamis.

“Buka test swabnya mulai pukul 07.00-10.00 WIB. Lewat dari itu tidak diterima karena mengingat jadwal pengiriman lewat MV. Mentawai Fast juga ke Padang,” katanya.

Bagi penumpang yang sudah mendapatkan hasil test swab yang menyatakan non reaktif dapat diizinkan berlayar, namun bagi yang dinyatakan reaktif maka tidak diizinkan berlayar dan dikarantina. "Untuk tes swabnya gratis di puskesmas. Kita berharap masyarakat memahami dan mematuhi aturan yang sudah ada,” katanya.


BACA JUGA