Polsek Sikakap Tetapkan AS Jadi Tersangka Pencabulan Remaja

Polsek Sikakap Tetapkan AS Jadi Tersangka Pencabulan Remaja Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet (baju batik) mengunjungi Mapolsek Sikakap untuk melihat langsung penanganan kasus pencabulan seorang remaja perempuan dari Dusun Sabiret, Desa Malakopa (Dok. Ipda Yanuar untuk Mentawaikita.com)

SIKAKAP--Polsek Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai menetapkan AS (40), pelaku pencabulan terhadap AR, seorang remaja (16) di Dusun Sabiret, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan sebagai tersangka pada Rabu (8/7/2020) lalu.

"AS telah mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf berdasarkan pengakuan tersangka dan saksi maka AS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan anak dibawah umur yang berinisial AR (16) yang statusnya masih pelajar," kata Ipda Yanuar, Waka Polsek Sikakap, mewakili Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, Jumat (10/7/2020).

Ipda Yanuar menyebutkan, kejadian pelecehan seksual anak di bawah umur yang dilakukan AS terjadi di tempat pengambilan air bersih warga Dusun Sabiret, Senin (6/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban masih ada hubungan dekat dengan AS. Upaya AS mencabuli AR gagal setelah korban berteriak minta tolong dan lari ke jalan. Mendengarkan suara AR datanglah salah seorang warga Dusun Sabiret dan warga tersebut langsung melaporkan kejadian perbuatan cabul tersebut kepada Polsek Sikakap.

Dengan laporan polisi :LP/20/K/VII/2020/Polsek, berdasarkan laporan tersebut sesuai instruksi Kapolres Kabupaten Kepulauan Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara kepada Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi agar segera menangkap AS.

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi langsung menindaklanjuti perintah Kapolres Kebupaten Kepulauan Mentawai AKBP Dody Prawiranegara dan memerintahkan Wakapolsek Sikakap Ipda Yanuar, bersama Kanit Reskrim Polsek Sikakap, Aipda Jhoni Perwira dan lima orang personil Polsek Sikakap datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan penangkapan tersangka.

Kamis (9/7/2020), Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet datang melihat langsung pelaku cabul anak di bawah umur di Polsek Sikakap. Waktu kunjungan tersebut, Bupati kecewa terhadap perbuatan tersangka, apa lagi korban masih ada hubungan keluarga dengan istri tersangka.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet berpesan supaya penegak hukum tidak memberi ampun pelaku predator seksual terhadap perempuan dan anak. "Akibat perbuatannya AS diancam dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara," katanya.


BACA JUGA