Sekolah di Siberut Selatan Masih Belajar dari Rumah, 9 Kecamatan Lainnya Sudah Bisa Sekolah Tatap Muka

Sekolah di Siberut Selatan Masih Belajar dari Rumah 9 Kecamatan Lainnya Sudah Bisa Sekolah Tatap Muka Peta sebaran Covid-19 di Kepulauan Mentawai. (Sumber foto: tangkapan layar website corona.sumbarprov.go.id)

TUAPEIJAT-Berdasarkan Surat Edaran Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai  tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 di masa pandemi Covid-19, sekolah yang ada wilayah Kecamatan Siberut Selatan belum bisa melaksanakan penyelenggaraan pembelajaran secara tatap muka pada tahun ajaran baru yang dimulai Senin, (13/7/2020) mendatang.

Hal itu disebabkan karena wilayah Kecamatan Siberut Selatan masuk zona kuning, dimana sebelumnya terdapat satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif sudah dinyatakan sembuh pekan lalu. Sekolah yang masuk zona kuning, orange dan merah masih melaksanakan proses pembelajaran dari rumah baik melalui daring (online) mau pun daring (offline).

Untuk menyatakan wilayah Kecamatan Siberut Selatan menjadi zona kuning masih menunggu waktu satu bulan terhitung pasien dinyatakan sembuh. 

“Jadi ketentuan untuk daerah zona hijau itu tidak ada penambahan pasien positif Covid-19 selama satu bulan, pasien dinyatakan sembuh sudah lebih satu bulan, dan tidak ada kasus kematian pasien Covid-19,” kata Serieli BW, Kepala Bagian Hukum pada Sekretariat Bupati Mentawai, sekaligus juru bicara terkait kebijakan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di Mentawai.

Sementara daerah yang sudah dinyatakan masuk zona hijau adalah Kecamatan Pagai Utara, Pagai Selatan, Sikakap, Sipora Selatan, Sipora Utara, Siberut Barat Daya, Siberut Tengah, Siberut Utara dan Siberut  Barat. Dan daerah yang sudah dinyatakan zona hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka tentu dengan ketentuan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Ketentuan pembelajaran untuk wilayah zona hijau, proses pembelajaran dilakukan tatap muka secara bertahap di satuan pendidikan. Proses pembelajaran tatap muka untuk tahap pertama dilakukan untuk sekolah tingkat SMA dan SMP terhitung mulai tahun ajaran baru 2020-2021 pada Senin, (13/7/2020).

Pada proses pembelajaran tatap muka untuk tahap kedua diikuti oleh satuan pendidikan tingkat SD sederajat dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Proses pembelajaran tatap muka untuk tingkat SD sederajat dan Sekolah Luar Biasa (SLB) diterapkan setelah satu bulan proses belajar tatap muka dilakukan oleh tingkat SMA dan SMP.

Selanjutnya proses pembelajaran tatap muka untuk tingkat PAUD dan sekolah non formal dilakukukan setelah pembelakukan proses pembelajaran tatap muka tahap kedua atau 2 bulan terhitung masuk ajaran baru 2020-2021.

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 360/352/ BUP-2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 di masa pandemi Covid-19, protokol yang diterapkan di sekolah pada masa proses pembelajaran tatap muka tetap jaga jarak, peserta didik maksimal 18 orang dari jumlah standar, sistem belajar dilakukan secara bergiliran (shift), menggunakan masker, selalu cuci tangan, dan tidak berkerumun, serta memastikan guru  dan siswa bebas dari gejala Covid-19 (demam, batuk, pilek dan gejala lainnya). 


BACA JUGA